Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) bergerak turun pada perdagangan Jumat (29/5/2026) dan menuju penurunan selama empat hari berturut-turut.
Pergerakan tersebut didorong optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Presiden Vietnam To Lam Sebut Dunia Hadapi Tiga Krisis Besar, Apa Saja?
Laporan Reuters menyebutkan kemajuan dalam upaya memperpanjang gencatan senjata antara Washington dan Teheran membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga energi dan inflasi global.
Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, mengatakan masih terlalu dini untuk mengukur dampak perang di Timur Tengah terhadap ekonomi AS.
Namun, ia memperingatkan bahwa guncangan energi berkepanjangan dapat memaksa bank sentral mengubah arah kebijakan moneternya.
Di sisi lain, data Departemen Perdagangan AS menunjukkan indikator inflasi pilihan The Fed pada April mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Strategis pasar DRW Trading Lou Brien mengatakan meredanya ketegangan geopolitik sementara waktu telah membantu menurunkan tekanan terhadap harga minyak mentah dan ekspektasi inflasi.
Baca Juga: Kapal Feri Taiwan–Jepang Diluncurkan di Tengah Ketegangan Geopolitik China
“Kami mungkin belum selesai dengan harga minyak tinggi hanya karena ada kemungkinan tercapai kesepakatan. Situasi seperti ini pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Brien, penurunan harga minyak memberi ruang bagi pasar obligasi untuk bernapas setelah sebelumnya tertekan oleh lonjakan inflasi akibat konflik Timur Tengah.
Selain itu, Departemen Perdagangan AS juga melaporkan neraca perdagangan yang sedikit lebih baik dari perkiraan pasar.
Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terakhir tercatat turun 0,8 basis poin menjadi 4,447%. Sementara yield obligasi tenor 30 tahun melemah 0,4 basis poin ke level 4,981%.
Adapun spread antara yield obligasi tenor dua tahun dan 10 tahun, yang sering dijadikan indikator ekspektasi ekonomi, berada di level positif 43,1 basis poin.
Yield obligasi tenor dua tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga The Fed, turun 1,1 basis poin menjadi 4,014%.
Baca Juga: UPDATE-Dolar Menuju Pelemahan Mingguan, Pasar Sambut Positif Negosiasi AS-Iran
Sementara itu, tingkat break-even inflation obligasi Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS) tenor lima tahun berada di level 2,529%, turun dibanding penutupan sebelumnya di 2,559%.
Adapun break-even inflation TIPS tenor 10 tahun tercatat sebesar 2,391%, yang menunjukkan pasar memperkirakan inflasi rata-rata sekitar 2,4% per tahun dalam satu dekade mendatang.













