Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga aluminium menguat pada Selasa (7/4/2026), didorong kekhawatiran pasokan setelah sebuah smelter di Uni Emirat Arab (UEA) diperkirakan membutuhkan waktu lama untuk pemulihan pasca serangan Iran akhir bulan lalu.
Melansir Reuters, kontrak aluminium tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 1,1% menjadi US$3.507 per ton dalam perdagangan resmi.
Baca Juga: Update Harga Emas Dunia Bergerak Menguat Tipis ke US$4.655,89 Selasa (7/4) Malam
Perusahaan Emirates Global Aluminium menyatakan bahwa pemulihan penuh produksi di smelter Al Taweelah yang menghasilkan sekitar 1,6 juta ton aluminium pada 2025 dapat memakan waktu hingga satu tahun.
Fasilitas tersebut sebelumnya melakukan penghentian darurat setelah serangan pada 28 Maret.
“Ini merupakan periode gangguan yang cukup signifikan,” ujar analis Marex, Ed Meir.
Ia menilai, gangguan besar di kawasan Teluk berpotensi mendorong pasar aluminium global mengalami defisit signifikan tahun ini.
Baca Juga: AS Gempur Target Militer Iran di Kharg, Strategi Dipastikan Tak Berubah
Indikasi pengetatan pasokan juga terlihat dari lonjakan premi kontrak aluminium tunai dibanding kontrak tiga bulan di LME yang mencapai US$77 per ton, tertinggi sejak 2007, naik dari US$61 pada akhir Maret.
Di pasar yang lebih luas, investor cenderung bersikap hati-hati menunggu perkembangan tenggat yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump, terkait kesepakatan dengan Iran yang berpotensi memicu eskalasi konflik lebih lanjut.
Sementara itu, harga tembaga di LME turun tipis 0,1% ke US$12.344 per ton, tertekan kenaikan persediaan di gudang LME.
Bank investasi Goldman Sachs bahkan menaikkan proyeksi surplus pasar tembaga global tahun ini menjadi 490.000 ton, dari sebelumnya 380.000 ton, seiring dampak harga energi tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi global.
Stok tembaga di gudang LME naik menjadi 378.775 ton, level tertinggi dalam delapan tahun, setelah terjadi tambahan pasokan di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Makin Panas Selasa (7/4): Brent ke US$111,16 dan WTI ke US$116
Untuk logam lainnya di LME:
- Seng naik 1,8% ke US$3.322,5 per ton
- Timbal stabil di US$1.933 per ton
- Timah turun 0,6% ke US$46.000 per ton
- Nikel melemah 0,5% ke US$17.000 per ton













