kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Korea Utara Mengecam Persetujuan Penjualan Rudal AS ke Korea Selatan


Sabtu, 13 Juni 2026 / 05:40 WIB
Korea Utara Mengecam Persetujuan Penjualan Rudal AS ke Korea Selatan
ILUSTRASI. Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengecam keputusan AS yang menyetujui penjualan rudal canggih dan peralatan terkait ke Korea Selatan. (Edgar Su/REUTERS)


Sumber: KCNA,Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengecam keputusan AS untuk menyetujui penjualan rudal canggih dan peralatan terkait ke Korea Selatan. 

Media resmi pemerintah KCNA seperti dilansir Reuters, Sabtu (13/6/2026) mengatakan, langkah tersebut akan memperburuk ketegangan di Semenanjung Korea.

Direktur Jenderal Kebijakan Luar Negeri Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh KCNA bahwa kerja sama militer antara Washington dan Seoul sedang "diperkuat secara sistematis" meskipun ada apa yang disebutnya sebagai kekhawatiran internasional atas meningkatnya ketegangan di dalam dan sekitar semenanjung Korea.

Baca Juga: Harga Minyak Turun di Tengah Harapan Damai AS-Iran, IPO SpaceX Jadi Sorotan

Pejabat tersebut menyebutkan persetujuan Departemen Luar Negeri AS atas penjualan militer asing senilai hampir $300 juta berupa rudal udara-ke-udara canggih dan peralatan terkait ke Korea Selatan sebagai contoh terbaru.

"Ekspor senjata AS adalah ekspor perang," kata pejabat itu, menambahkan bahwa Korea Utara akan terus memperkuat pencegahan pertahanan diri untuk menjaga keseimbangan kekuatan regional.

Korea Utara secara rutin mengkritik kerja sama militer AS-Korea Selatan sebagai persiapan untuk perang.


Tag


TERBARU

[X]
×