kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.978   18,00   0,11%
  • IDX 7.321   -264,62   -3,49%
  • KOMPAS100 1.020   -39,96   -3,77%
  • LQ45 749   -27,08   -3,49%
  • ISSI 256   -10,71   -4,01%
  • IDX30 396   -14,53   -3,54%
  • IDXHIDIV20 491   -15,97   -3,15%
  • IDX80 115   -4,31   -3,63%
  • IDXV30 133   -4,52   -3,29%
  • IDXQ30 128   -4,76   -3,59%

Harga Aluminium Kembali Reli: Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Signifikan


Senin, 09 Maret 2026 / 10:11 WIB
Harga Aluminium Kembali Reli: Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Signifikan


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Harga aluminium naik untuk sesi kedua berturut-turut pada hari ini, karena konflik yang meningkat di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran tentang pasokan global yang lebih ketat, mengimbangi tekanan dari dolar yang lebih kuat.

Senin (9/3/2026), harga aluminium untuk kontrak yang paling banyak diperdagangkan di Bursa Berjangka Shanghai naik 3,41% menjadi 25.340 yuan atau setara US$ 3.659,63 per metrik ton, pada pukul 02.02 GMT, setelah menyentuh level tertinggi sejak 30 Januari di 25.860 yuan pada sesi tersebut.

Harga acuan aluminium tiga bulan di Bursa Logam London menguat 1,12% ke US$ 3.484,5 per ton. Kontrak tersebut mencapai level tertinggi sejak 31 Maret 2022, di US$ 3.544.

Perang AS-Israel dengan Iran telah mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur air penting bagi Teluk, yang menyumbang sekitar 9% dari produksi aluminium global.

Baca Juga: Lonjakan Harga Minyak Akibat Perang Timur Tengah Tekan Rupee India

Logam ringan ini, yang digunakan dalam konstruksi dan pengemasan, mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Januari 2023 pekan lalu, karena kekhawatiran pasokan memburuk setelah pabrik peleburan Qatar, Qatalum, mulai menutup produksi dan Aluminium Bahrain menyatakan keadaan kahar (force majeure) pada pengiriman.

“Gangguan berkepanjangan di Selat Taiwan akan secara bersamaan mencekik masuknya alumina dan ekspor aluminium untuk pabrik peleburan di Timur Tengah. Hal itu akan memperketat pasokan global secara signifikan,” tulis Ewa Manthey, ahli strategi komoditas di ING, dalam sebuah catatan.

Eskalasi di Timur Tengah dapat mendorong harga aluminium di atas US$ 4.000 per ton, kata Manthey.

Logam dasar lainnya tertekan oleh penguatan dolar karena harga minyak melonjak sekitar 20%.

Penguatan dolar membebani komoditas yang didenominasikan dalam dolar AS dengan membuatnya kurang terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Harga tembaga SHFE turun 1,78%, nikel turun 1,72%, timbal turun 0,18%, dan timah merosot 5,45%.

Baca Juga: Bursa Korea Selatan Anjlok 8% Hari Ini, Picu Circuit Breaker Kedua di Bulan Ini

Di antara logam-logam LME lainnya, tembaga turun 1,73%, nikel turun 2,6%, timbal turun 0,92%, dan timah anjlok 5,96%.

Kontrak seng di Shanghai dan London sedikit berubah.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×