kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.200   150,00   0,83%
  • IDX 5.342   -252,63   -4,52%
  • KOMPAS100 698   -37,93   -5,15%
  • LQ45 527   -30,67   -5,50%
  • ISSI 185   -9,94   -5,11%
  • IDX30 298   -17,74   -5,61%
  • IDXHIDIV20 370   -21,50   -5,49%
  • IDX80 79   -4,39   -5,24%
  • IDXV30 102   -4,22   -3,96%
  • IDXQ30 96   -6,26   -6,12%

Israel Serang Fasilitas Petrokimia Iran, Trump Minta Netanyahu Menahan Diri


Senin, 08 Juni 2026 / 14:55 WIB
Israel Serang Fasilitas Petrokimia Iran, Trump Minta Netanyahu Menahan Diri
ILUSTRASI. Ketegangan Iran-Israel kembali memanas setelah serangan ke fasilitas petrokimia. Harga minyak dunia melonjak 3%. (WANA via REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan terhadap fasilitas petrokimia Iran di wilayah barat daya negara tersebut pada Senin (8/6/2026). Serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan damai yang lebih luas dengan Teheran.

Militer Israel menyatakan telah menyerang kompleks petrokimia Mahshahr serta sejumlah target militer lainnya di Iran. Serangan tersebut menjadi serangan pertama terhadap fasilitas energi Iran sejak gencatan senjata yang diberlakukan pada 8 April lalu.

Pemerintah Israel menyebut serangan itu menargetkan sejumlah fasilitas di kompleks petrokimia Mahshahr. Sementara itu, seorang pejabat provinsi Iran mengatakan kepada kantor berita semi-resmi Fars bahwa beberapa bagian pabrik mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Media pemerintah Iran melaporkan seluruh pekerja di kompleks tersebut telah dievakuasi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, sementara tingkat kerusakan masih dalam proses penilaian. Sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari lalu, lima jalur produksi di kompleks tersebut dilaporkan telah terkena serangan.

Baca Juga: Israel Serang Iran Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari US$ 4 Per Barel

Di saat yang sama, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran menyatakan akan menghentikan aktivitas pelayaran Israel di Laut Merah. Kelompok tersebut juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan rudal pertama terhadap Israel sejak gencatan senjata diberlakukan.

"Kami menganggap seluruh pergerakan musuh sebagai target militer yang sah bagi angkatan bersenjata kami," kata Houthi dalam sebuah pernyataan.

Trump Tegaskan Kendali Diplomasi di Tangannya

Beberapa jam sebelum serangan terbaru terjadi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa aksi militer terbaru antara Israel dan Iran tidak akan mengganggu proses negosiasi damai yang tengah berlangsung.

Trump bahkan menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak menentukan arah kebijakan terkait proses perdamaian tersebut.

"Hal itu tidak akan berdampak terhadap kesepakatan yang sedang dibahas. Saya yang menentukan arah kebijakan. Saya yang mengambil semua keputusan. Dia (Netanyahu) bukan pihak yang menentukan keputusan," ujar Trump kepada Financial Times.

Menurut laporan Axios yang mengutip seorang pejabat AS, Trump secara langsung meminta Netanyahu untuk menahan diri dari serangan tambahan terhadap Iran.

"Kami hampir mencapai sesuatu yang baik dalam hal kesepakatan," kata Trump kepada Netanyahu dalam percakapan telepon tersebut.

Seorang pejabat Israel mengungkapkan bahwa percakapan telepon antara Trump dan Netanyahu berlangsung selama kurang dari 30 menit pada Minggu (7/6) dari klub golf Trump di Bedminster, New Jersey.

Gedung Putih maupun kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait isi percakapan tersebut.

Iran dan Israel Saling Serang

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah menyerang sejumlah target militer Iran. Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menuduh Israel menggunakan rudal balistik yang diluncurkan dari udara dalam operasi tersebut.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok 1% di Tengah Hari Ini, Terseret Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga AS

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, mengatakan Iran telah meluncurkan 11 rudal balistik ke wilayah Israel.

"Semua orang sudah muak dengan rezim Iran yang bertindak secara gila-gilaan ini," tulis Leiter melalui akun X miliknya.

Menurut Leiter, Israel saat ini menargetkan lokasi peluncuran rudal permukaan-ke-permukaan serta berbagai infrastruktur strategis Iran.

IRGC mengklaim telah menyerang Pangkalan Udara Ramat David yang berada di dekat Nazareth. Namun militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil mendeteksi dan mencegat rudal-rudal yang diluncurkan Iran.

Harga Minyak Melonjak

Meningkatnya eskalasi konflik mendorong harga minyak dunia naik lebih dari 3% pada perdagangan Senin. Harga minyak mentah Brent kembali menembus level US$96 per barel seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.

Konflik Iran-Israel juga terus menimbulkan risiko terhadap keamanan jalur pelayaran energi dunia, khususnya di Selat Hormuz yang sebelum perang mengangkut sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia.

Konflik Lebanon Masih Membayangi

Meski Washington mendorong tercapainya kesepakatan damai dengan Iran, Israel tetap melanjutkan operasi militernya di Lebanon terhadap kelompok Hezbollah.

Pada Minggu (7/6/2026), Israel kembali melancarkan serangan ke wilayah pinggiran selatan Beirut, kawasan Dahiyeh yang dikenal sebagai basis kuat Hezbollah. Serangan tersebut merupakan yang pertama sejak Amerika Serikat mengumumkan rencana gencatan senjata untuk Lebanon pekan lalu.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan serangan dilakukan sebagai respons atas tembakan yang diluncurkan Hezbollah ke arah wilayah Israel.

Sementara itu, Hezbollah menegaskan tidak akan meletakkan senjata selama Israel masih melakukan serangan dan belum menarik pasukannya dari Lebanon.

Baca Juga: Laba Maskapai Global Terancam, Proyeksi 2026 Dipangkas Separuh!

Iran selama ini menyatakan bahwa setiap kesepakatan damai dengan Amerika Serikat juga harus mencakup penghentian konflik di Lebanon.

Ketua Parlemen Iran yang juga menjadi negosiator utama perdamaian, Mohammed Baqer Qalibaf, mengatakan pangkalan militer Amerika Serikat dan aset-aset Israel merupakan target yang sah sebagai respons terhadap tindakan yang dianggap bermusuhan, termasuk "pelanggaran terhadap kesepakatan terkait Lebanon."

Negosiasi Damai Masih Berlangsung

Trump berulang kali menyatakan bahwa Washington dan Teheran berada di ambang kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari 100 hari.

"Kami sangat dekat dengan sebuah kesepakatan, atau saya akan menghancurkan mereka habis-habisan," kata Trump dalam wawancara yang direkam untuk program Meet the Press NBC News.

Pemerintah AS menegaskan bahwa setiap kesepakatan nantinya harus memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir. Di sisi lain, Teheran menuntut pencabutan sanksi Amerika Serikat dan internasional, pembebasan aset Iran yang dibekukan senilai miliaran dolar AS, serta pengakuan atas pengaruhnya di Selat Hormuz.

Seorang sumber yang mengetahui rencana pemerintah AS mengatakan Washington sedang mempertimbangkan penggunaan sebagian aset Iran untuk membantu negara-negara Teluk memperbaiki kerusakan akibat konflik.

Namun Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan langkah tersebut tidak sah secara hukum internasional.

"Setiap pengalihan aset Iran seperti itu adalah tindakan ilegal dan Teheran akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sebagai respons," ujarnya.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×