kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Rupiah Lanjutkan Penguatan Senin (10/8), Saham Asia Menguat Ditopang Reli Saham AI


Senin, 10 Agustus 2026 / 15:27 WIB
Rupiah Lanjutkan Penguatan Senin (10/8), Saham Asia Menguat Ditopang Reli Saham AI
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah 44 poin (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah melanjutkan tren penguatan untuk sesi keempat berturut-turut pada Senin (10/8/2026).

Penguatan rupiah didukung prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang dinilai cukup positif, sementara mayoritas saham Asia menguat setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Baca Juga: Bursa Korsel Naik 0,65% Senin (10/8), Saham Samsung dan SK Hynix Berbalik Melemah

Melansir Reuters, Indeks saham emerging market (EM) Asia versi MSCI naik sekitar 1%, sedangkan indeks sektor teknologi informasi (IT) EM Asia menguat 1,4%. Kedua indeks tersebut sangat dipengaruhi pergerakan KOSPI Korea Selatan dan indeks saham Taiwan.

Nilai tukar rupiah di pasar spot tampil perkasa dan ditutup menguat untuk sesi keempat secara berturut-turut pada perdagangan hari ini. Rupiah spot ditutup di level Rp 17.755 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah menguat 0,8% dibandingkan dengan penutupan Jumat (7/8/2026) yang berada di Rp 17.897 per dolar AS. Alhasil, rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia.

Direktur Riset ACCM Official Glenn Yin mengatakan, prospek rupiah masih cukup konstruktif apabila Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5% dengan inflasi yang tetap terkendali.

"Jika Indonesia dapat mempertahankan pertumbuhan di atas 5% sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali, hal itu akan memberikan latar belakang yang relatif konstruktif bagi rupiah," ujar Glenn.

Menurut dia, pelemahan dollar AS, perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed, serta membaiknya sentimen terhadap aset-aset emerging market Asia turut menjadi faktor pendukung rupiah.

Baca Juga: Bursa Australia Tergelincir Senin (10/8), Saham Westpac Tertekan Jelang Keputusan RBA

Saham AI dan Chip Menguat

Di pasar saham, indeks saham Indonesia sempat menguat hingga 0,8% ke level tertinggi dalam hampir tiga bulan sebelum berbalik arah dan melemah 0,1%.

Mayoritas bursa Asia mendapatkan dukungan setelah laporan ketenagakerjaan AS yang lemah pada Jumat (7/8) membuat pasar mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

KOSPI Korea Selatan sempat melonjak 2,2% pada perdagangan Senin, sekaligus memulihkan sebagian penurunan lebih dari 5% pada pekan sebelumnya. Saham perusahaan chip Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing sempat melesat hingga 3,3% dan 4,6%.

Sementara itu, indeks saham Taiwan melonjak hingga 2,2% dan mencapai level tertinggi dalam hampir tiga pekan. Penguatan tersebut ditopang kenaikan saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip kontrak terbesar di dunia.

Bursa Thailand juga menguat 0,8%. Sebaliknya, indeks saham di Kuala Lumpur dan Manila masing-masing turun sekitar 0,2%. Bursa Singapura tidak diperdagangkan karena libur pasar.

Baca Juga: Stok Minyak Sawit Malaysia di Juli Capai Level Tertinggi dalam 5 Bulan, Produksi Naik

Investor Menanti Data Inflasi AS

Di pasar valuta asing Asia, sejumlah mata uang regional juga mencatat penguatan tipis. Investor kini mengalihkan perhatian ke data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Baht Thailand menguat ke 32,975 per dollar AS, level terkuat sejak 23 Juni, dari posisi penutupan sebelumnya di 33,05. Sementara itu, peso Filipina naik 0,1% menjadi 60,752 per dollar AS.

Ketidakpastian mengenai arah kebijakan The Fed semakin besar karena bank sentral AS di bawah Ketua Kevin Warsh dinilai memberikan sedikit panduan mengenai kebijakan suku bunga ke depan.

Kondisi tersebut membuat pasar semakin bergantung pada data ekonomi dan komentar para pejabat The Fed sebagai acuan menentukan arah kebijakan moneter.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×