Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia ditutup melemah pada perdagangan Senin (10/8/2026), tertekan penurunan saham Westpac setelah bank tersebut melaporkan penurunan tajam pengajuan kredit properti.
Investor juga menanti keputusan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA) yang akan diumumkan Selasa (11/8).
Baca Juga: Nikkei Jepang Ditutup Naik 2% Senin (10/8), Saham AI dan Chip Jadi Penopang Utama
Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,3% menjadi 9.232,60. Meski melemah, indeks masih berada di dekat level tertinggi sepanjang masa 9.296,70 yang dicapai pada Kamis pekan lalu.
Saham Westpac anjlok hampir 6% ke level terendah dalam satu bulan setelah bank tersebut melaporkan pengajuan kredit hipotek turun 20%.
Westpac juga memperkirakan pertumbuhan kredit perumahan untuk investor akan berkurang setengahnya pada tahun depan.
Perkiraan tersebut muncul di tengah dampak perubahan kebijakan pajak pemerintah Partai Buruh Australia yang dinilai dapat menekan permintaan properti.
Direktur MPC Markets Kai Chen menilai laporan Westpac memberikan sinyal yang lebih luas bagi sektor perbankan Australia.
“Kami melihatnya sekitar dua pertiga merupakan sinyal makro dan sepertiga faktor spesifik perusahaan. Westpac menjadi bank besar pertama yang mengungkap kondisi ini, dan pasar mulai memperhitungkan risiko bahwa CBA, ANZ, dan NAB juga akan mengalami pelemahan pengajuan kredit hipotek serta perlambatan pertumbuhan kredit investor ketika mereka menyampaikan laporan,” ujar Chen.
Penurunan saham Westpac turut menekan sektor keuangan. Subindeks sektor finansial turun 2,3% ke level terendah sejak akhir Juli.
Saham tiga bank besar Australia lainnya, yakni Commonwealth Bank of Australia (CBA), ANZ dan National Australia Bank (NAB), masing-masing turun antara 1,7% hingga 2,4%.
Baca Juga: Stok Minyak Sawit Malaysia di Juli Capai Level Tertinggi dalam 5 Bulan, Produksi Naik
Menanti Keputusan RBA
Perhatian investor kini beralih ke keputusan RBA pada Selasa (11/8). Pasar secara luas memperkirakan bank sentral Australia tersebut akan mempertahankan suku bunga, sehingga investor akan mencermati nada pernyataan RBA terkait arah kebijakan moneter selanjutnya.
Chen mengatakan investor mulai mengalihkan dana dari saham sektor keuangan yang sensitif terhadap suku bunga menuju saham pertambangan dan emas sebagai instrumen lindung nilai.
“Modal jelas beralih dari sektor keuangan yang sensitif terhadap suku bunga menuju saham pertambangan dan emas sebagai lindung nilai. Sentimen menjelang keputusan besok lebih bersifat wait and see daripada defensif. Posisi investor terlihat taktis, bukan defensif,” kata Chen.
Di tengah tekanan sektor keuangan, subindeks pertambangan naik 1,4%, sedangkan saham-saham emas menguat 2,6%.
Baca Juga: Yuan Stabil, Namun Diproyeksi Akan Menguat Berkat Kenaikan Ekspor
Saham BHP Group naik 0,9% dan Rio Tinto menguat 0,8%. Di sektor pertambangan emas, saham Evolution Mining naik 2,4%, sementara Northern Star Resources menguat 1,4%.
Selain pertambangan, sektor kesehatan naik 1,5% dan sektor teknologi menguat 0,6%.
Sementara itu, di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 naik 0,5% menjadi 13.888,24.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
