Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Yuan Cina bergerak stabil pada Senin (10/8/2026), bertahan di dekat level terkuatnya dalam 3,5 tahun terakhir terhadap dolar yang sedang melemah, sementara para pelaku pasar menantikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve dan kondisi ekonomi China.
Para analis menyatakan bahwa penguatan bertahap lebih lanjut pada nilai tukar yuan diperlukan untuk membantu Beijing menghindari kembali munculnya ketegangan perdagangan, mengingat ekspor yang kuat terus memperlebar surplus perdagangan China.
"Tanpa langkah tersebut, surplus besar Tiongkok dapat memicu respons yang lebih proteksionis dari mitra dagang, yang pada akhirnya mengancam akses Tiongkok ke pasar luar negeri serta kinerja ekspornya yang kuat," demikian disampaikan Goldman Sachs dalam sebuah catatan analisis seperti dilansir Reuters, Senin (10/8/2026).
Baca Juga: Harga Gandum Chicago Naik, Serangan di Laut Hitam Picu Kekhawatiran Pasokan
Pada hari Senin, yuan di pasar domestik (onshore) diperdagangkan di kisaran 6,74 per dolar pada sesi pagi, tidak banyak berubah dibandingkan penutupan sesi sebelumnya.
Nilai tukar sempat menyentuh level 6,74400 per dolar, yang merupakan level terkuat sejak Februari 2023.
Di pasar valuta asing secara umum, dolar bergerak di dekat level terendah dalam dua bulan terhadap mata uang utama lainnya, seiring investor menantikan data inflasi minggu ini untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed.
Baca Juga: Ini Daftar Perusahaan AS yang Terdampak Serangan Siber Sepanjang 2026
"Spekulasi mengenai kenaikan suku bunga telah berkurang, namun belum sepenuhnya hilang," ungkap Huatai Futures dalam sebuah laporan.
Ia seraya menambahkan bahwa data inflasi AS pekan ini akan menjadi kunci dalam membentuk ekspektasi pasar.
Terkait mata uang yuan, "kekuatannya mencerminkan pelemahan dolar AS belakangan ini sekaligus kinerja ekspor yang kuat."
Ekspor China melonjak 24% pada bulan Juli, melampaui perkiraan, seiring dengan lonjakan permintaan barang-barang berteknologi tinggi yang didorong oleh pesatnya pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global.
Para pelaku pasar juga mencermati serangkaian indikator ekonomi China bulan Juli untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kekuatan ekonominya.
"Data ekonomi bulan Juli sangatlah krusial," ujar Nanhua Futures.
"Jika indikator-indikator tersebut menunjukkan penurunan secara luas, kebijakan stimulus baru diperkirakan akan muncul menjelang akhir September."
Dalam perspektif yang lebih luas, Goldman menyatakan bahwa kinerja ekspor yang kuat dan nilai yuan yang saat ini berada di bawah nilai wajarnya (undervalued) mengindikasikan potensi penguatan mata uang China tersebut secara bertahap di masa mendatang.
Sebelum pembukaan pasar, bank sentral China menetapkan kurs acuan yuan di angka 6,7884 per dolar AS, yang merupakan level terkuat dalam kurun waktu tiga setengah tahun terakhir.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
