kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.826   60,00   0,34%
  • IDX 6.414   -27,49   -0,43%
  • KOMPAS100 839   -3,16   -0,38%
  • LQ45 637   -3,31   -0,52%
  • ISSI 224   -1,37   -0,61%
  • IDX30 354   -2,18   -0,61%
  • IDXHIDIV20 441   -2,56   -0,58%
  • IDX80 96   -0,41   -0,42%
  • IDXV30 121   -0,36   -0,30%
  • IDXQ30 114   -0,90   -0,78%

Yen Bergejolak Senin (21/9), Pasar Waspadai Intervensi Jepang untuk Topang Mata Uang


Senin, 21 September 2026 / 08:51 WIB
Yen Bergejolak Senin (21/9), Pasar Waspadai Intervensi Jepang untuk Topang Mata Uang
ILUSTRASI. Bank Sentral Jepang - BOJ (REUTERS/Manami Yamada)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pergerakan yen Jepang menjadi perhatian pasar valuta asing pada awal pekan setelah mata uang tersebut melemah tajam dalam sepekan terakhir.

Investor kini mewaspadai kemungkinan intervensi otoritas Jepang untuk menopang yen.

Melansir Reuters pada Senin (21/9/2026), yen sedikit menguat ke 156,64 per dolar AS setelah melemah sekitar 2% sepanjang pekan lalu. Namun, perdagangan berlangsung dengan likuiditas rendah karena pasar Jepang tutup selama libur tiga hari.

Baca Juga: Harga Emas Spot Tertekan Senin (21/9), Cermati Risiko Inflasi dan Kenaikan Suku Bunga

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap mencermati potensi langkah otoritas Jepang untuk menahan volatilitas yen.

Bank of Japan (BOJ) pada Jumat (18/9) menaikkan suku bunga ke 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun.

Namun, keputusan tersebut tidak mampu menopang yen karena dua anggota dewan BOJ memberikan suara berbeda dan bank sentral tidak memberikan panduan yang secara tegas mengarah pada kebijakan hawkish.

Yen kemudian melemah tajam sebelum laporan Nikkei menyebut pejabat Jepang telah melakukan rate check di pasar valuta asing.

Rate check merupakan langkah ketika otoritas meminta bank memberikan kuotasi mata uang untuk mengukur kondisi pasar.

Bagi pelaku pasar, langkah tersebut kerap dipandang sebagai sinyal awal sebelum intervensi valuta asing dilakukan.

Baca Juga: Bursa Asia Naik Senin (21/9) Pagi, Sektor Teknologi dan AI Jadi Penopang Pasar

BOJ hadapi tantangan

Selain BOJ, Federal Reserve AS dan European Central Bank (ECB) juga menaikkan suku bunga bulan ini.

Kedua bank sentral tersebut mengisyaratkan kemungkinan pengetatan lebih lanjut untuk meredam inflasi yang dipicu perang di Timur Tengah yang telah berlangsung hampir tujuh bulan.

Fred Neumann, Chief Asia Economist HSBC mengatakan, komunikasi BOJ menjadi semakin sulit setelah The Fed memberikan sinyal hawkish melalui keputusan menaikkan suku bunga secara bulat.

Yen sebelumnya sempat menguat ke level terkuat dalam tujuh bulan pada awal September. Penguatan tersebut terjadi ketika investor memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga lebih cepat dan mulai melihat tanda-tanda repatriasi dana oleh investor Jepang.

Namun, sebagian penguatan tersebut kemudian terhapus.

"Standar yang harus dipenuhi BOJ untuk meyakinkan pasar mengenai kecenderungan hawkish dan menjaga ekspektasi terkait yen tetap tinggi," kata Neumann.

Ia menambahkan, investor dalam beberapa pekan dan bulan mendatang dapat kembali menguji komitmen BOJ untuk menaikkan suku bunga dan menyamai pengetatan kebijakan The Fed.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Turun ke US$103,06 Senin (21/9) Pagi, Pasokan Saudi Jadi Sorotan

Dolar AS masih kuat

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama berada di level 100,23, relatif stabil setelah naik lebih dari 1% pada pekan lalu.

Penguatan dolar terjadi setelah The Fed menaikkan suku bunga dan memberikan sinyal bahwa kenaikan berikutnya masih mungkin dilakukan.

Pasar kini memperkirakan peluang 55% bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober. Angka tersebut meningkat dari 42,5% sepekan sebelumnya, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Thomas Simons, Chief US Economist Jefferies, mengatakan pemilihan umum paruh waktu AS tidak akan menjadi faktor pembatas bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada Oktober.

Baca Juga: Update Klasemen Medali Asian Games 2026: China di Puncak, Indonesia di Posisi 12

Untuk keputusan Desember, arah kebijakan akan bergantung pada data ekonomi dan perkembangan geopolitik. Sementara itu, arah suku bunga pada 2027 akan sangat dipengaruhi kondisi pasar tenaga kerja AS.

Di pasar valuta asing lainnya, euro relatif stabil di US$1,1482. Poundsterling berada di US$1,339, dolar Australia di US$0,7129, sedangkan dolar Selandia Baru berada di US$0,5721.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×