Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung menyatakan telah meminta Presiden China Xi Jinping untuk berperan sebagai penengah dalam upaya Seoul membuka kembali dialog dengan Korea Utara.
Permintaan itu disampaikan Lee dalam pertemuannya dengan Xi saat kunjungan kenegaraan ke China pekan ini.
Lee mengatakan hubungan Korea Selatan dan China menunjukkan kemajuan berarti setelah melewati periode dingin dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam pembicaraan tersebut, Lee memaparkan berbagai langkah yang telah ditempuh Seoul untuk menjalin kembali komunikasi dengan Pyongyang, meski hingga kini belum membuahkan hasil nyata.
Baca Juga: Presiden Korsel Minta Bantuan Xi Jinping Hidupkan Kembali Dialog dengan Korea Utara
Ia pun meminta dukungan Beijing untuk mendorong perdamaian di Semenanjung Korea.
Menurut Lee, Xi menilai persoalan Korea Utara membutuhkan kesabaran. “Presiden Xi mengakui upaya yang telah kami lakukan dan mengatakan bahwa kesabaran sangat diperlukan,” ujar Lee kepada media Korea Selatan di Shanghai.
Pertemuan ini menjadi yang kedua antara Lee dan Xi dalam waktu kurang dari tiga bulan, menandai upaya Seoul membuka “babak baru” hubungan dengan Beijing.
Hubungan kedua negara sebelumnya sempat membeku, terutama sejak sengketa penempatan sistem pertahanan rudal Amerika Serikat di Korea Selatan pada 2017, yang berdampak pada terbatasnya masuk produk budaya populer Korea ke pasar China.
Baca Juga: Trump dan Xi Jinping Akan Bertemu di Korea Selatan Pekan Depan, Ini yang Dibahas
Lee menilai pembangunan kepercayaan antarnegara bukan perkara mudah. Ia mengutip pandangan Xi bahwa dialog memang penting, tetapi tindakan nyata jauh lebih menantang.
Dalam konteks diplomasi kawasan, Lee juga menekankan pentingnya keseimbangan kepentingan nasional masing-masing negara.
Selain isu Korea Utara, Lee turut menyampaikan harapannya agar ketegangan antara China dan Jepang dapat mereda.
Baca Juga: Rudal Balistik Korea Utara Ditembakkan dari Pyongyang, Picu Kewaspadaan Regional
Ia menegaskan bahwa bagi Korea Selatan, hubungan dengan Jepang sama pentingnya dengan hubungan strategisnya dengan China, terutama demi stabilitas dan perdamaian kawasan Asia Timur.













