Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Militer Korea Utara mengungkapkan, Korea Utara menembakkan beberapa rudal balistik dari ibu kota Pyongyang ke arah laut di lepas pantai timurnya sekitar pukul 7:50 pagi waktu setempat pada hari Minggu (4/1/2026).
Mengutip Reuters, peluncuran rudal balistik pertama Korea Utara dalam dua bulan terakhir terjadi bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke China mulai hari Minggu, di mana Seoul menyatakan akan membahas perdamaian di Semenanjung Korea.
"Militer kami telah memperkuat pengawasan dan kewaspadaan sebagai persiapan untuk peluncuran lebih lanjut," kata Kepala Staf Gabungan dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa mereka berbagi informasi secara erat dengan Amerika Serikat dan Jepang.
Baca Juga: Amerika Serikat Menangkap Presiden Maduro, Trump: AS Akan Mengelola Venezuela
Rudal-rudal tersebut diyakini telah jatuh, menurut Kementerian Pertahanan Jepang.
Terakhir kali Pyongyang menguji rudal balistiknya adalah pada bulan November.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyerukan peningkatan kapasitas produksi senjata berpemandu taktis lebih dari dua kali lipat pada kunjungan terbarunya ke pabrik amunisi pada hari Sabtu, menurut laporan media pemerintah Korea Utara.
Dalam beberapa minggu terakhir, Kim telah melakukan serangkaian kunjungan ke pabrik-pabrik yang memproduksi senjata, serta ke kapal selam bertenaga nuklir, dan telah mengawasi uji coba rudal menjelang Kongres Partai Buruh Kesembilan tahun ini untuk menetapkan tujuan kebijakan utama.
Presiden China Xi Jinping akan menjamu Lee dalam kunjungan kenegaraan yang dimulai pada hari Minggu.
Baca Juga: Maskapai Penerbangan AS Membatalkan Penerbangan Pasca Penutupan Wilayah Udara Karibia
Wi Sung-lac, penasihat keamanan Lee, mengatakan Seoul mengharapkan Beijing untuk memainkan peran dalam mempromosikan perdamaian di Semenanjung Korea, tanpa menjelaskan detail agenda pertemuan puncak tersebut.
Agenda Lee dengan Xi termasuk membujuk China untuk memfasilitasi dialog dengan Korea Utara, kata para ahli, pada saat Korea Utara menolak upaya Lee.













