Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - SEATTLE. Maskapai penerbangan utama AS pada hari Sabtu (3/1/2026) membatalkan ratusan penerbangan menyusul operasi militer di Venezuela yang mengakibatkan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Mengutip Reuters, American Airlines, Delta, Spirit Airlines, dan JetBlue Airways mulai membatalkan penerbangan pada Sabtu pagi untuk mematuhi penutupan wilayah udara Administrasi Penerbangan Federal (FAA) di Karibia.
Dalam pemberitahuan kepada penerbang, FAA menyatakan bahwa mereka menutup wilayah udara untuk maskapai penerbangan AS karena risiko keselamatan penerbangan yang terkait dengan aktivitas militer yang sedang berlangsung.
Penutupan tersebut tidak berlaku untuk maskapai dan operator non-AS, menurut pemberitahuan tersebut.
Baca Juga: PBB Khawatir Aksi Militer AS di Venezuela Jadi Preseden Berbahaya
FAA menolak untuk berkomentar lebih lanjut.
Menteri Transportasi AS Sean Duffy mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa pembatasan wilayah udara akan dicabut "bila sesuai".
Maskapai penerbangan membebaskan biaya perubahan dan selisih harga tiket untuk pelanggan yang terkena dampak penutupan wilayah udara jika mereka mengubah penerbangan mereka ke waktu yang lebih akhir di bulan tersebut.
"Kami akan membebaskan biaya perubahan/pembatalan dan selisih harga tiket untuk pelanggan yang bepergian pada hari Sabtu, 3 Januari, hingga Minggu, 4 Januari 2026," kata JetBlue Airways dalam pengumumannya.
Amerika Serikat menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro yang telah lama berkuasa dalam operasi semalam pada hari Sabtu, kata Presiden AS Donald Trump, seraya berjanji untuk "menempatkan negara itu di bawah kendali Amerika untuk sementara waktu, termasuk dengan mengerahkan pasukan AS jika perlu."
Baca Juga: Akhir Kekuasaan Maduro? Ditangkap AS Usai Dituduh Diktator dan Pelanggar HAM
Sementara itu, Air Canada mengatakan operasinya ke Karibia dan Amerika Selatan saat ini berlanjut secara normal di bawah arahan dari Transport Canada.
"Kami terus memantau situasi dengan cermat dan akan memberikan pembaruan sesuai kebutuhan jika situasinya berubah," kata maskapai tersebut.
Lalu lintas udara komersial di atas wilayah udara Venezuela tampaknya berhenti setelah serangan itu, menurut catatan penerbangan di FlightRadar24.













