kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

Perang Timur Tengah Berpotensi Dongkrak Tarif Listrik Singapura


Rabu, 04 Maret 2026 / 19:35 WIB
Perang Timur Tengah Berpotensi Dongkrak Tarif Listrik Singapura


Sumber: Channel News Asia | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Perang di Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga energi global dan berdampak pada tarif listrik di Singapura. Hal ini disampaikan Otoritas Pasar Energi Singapura atau Energy Market Authority (EMA) pada Rabu (4/3/2026).

Menanggapi pertanyaan media CNA, regulator energi Singapura tersebut menjelaskan bahwa sekitar 95% listrik negara itu dihasilkan dari gas alam impor.

Dari total impor gas tersebut, 57% berupa liquefied natural gas (LNG) yang didatangkan dari berbagai wilayah, termasuk Timur Tengah. Sementara 43% lainnya berasal dari gas pipa dari Malaysia dan Indonesia.

Baca Juga: Industri Pelayaran Tak Yakin Janji Trump Kawal Kapal Bisa Jadi Solusi

EMA menyatakan sebagian besar konsumen listrik di Singapura relatif terlindungi dari volatilitas harga jangka pendek karena menggunakan kontrak harga tetap atau membayar tarif yang diatur oleh SP Group bersama peritel listrik.

Meski demikian, EMA memperingatkan bahwa sebagian konsumen dapat menghadapi kenaikan harga saat memperbarui kontrak ritel mereka, terutama jika biaya bahan bakar masih tinggi pada saat tersebut.

Untuk rumah tangga yang menggunakan tarif regulasi, harga listrik disesuaikan setiap kuartal berdasarkan rata-rata biaya bahan bakar pada dua setengah bulan pertama kuartal sebelumnya.

“Jika biaya bahan bakar tetap tinggi, hal ini akan menyebabkan kenaikan tarif regulasi pada kuartal-kuartal berikutnya,” ujar EMA dilansir dari Channelnewsasia.

Baca Juga: Italia Siap Kirim Sistem Pertahanan Udara ke Negara Teluk Hadapi Serangan Iran

Dampak Ketegangan Global

Pernyataan ini muncul di tengah serangan balasan Iran terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk sejak akhir pekan lalu, setelah Amerika Serikat dan Israel menyatakan perang terhadap Iran.

Di Oman, serangan drone dilaporkan menghantam pelabuhan dan tangki bahan bakar. Sementara di Uni Emirat Arab, zona penyimpanan minyak terdampak puing-puing dari drone yang berhasil dicegat.

Harga gas global melonjak setelah Qatar menutup fasilitas LNG-nya pada Senin akibat konflik yang kini memasuki hari kelima. Fasilitas tersebut memasok sekitar 20% ekspor LNG global.

Iran juga mengklaim telah menguasai sepenuhnya Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar 20% pengiriman minyak dunia melalui laut. Seorang jenderal Iran bahkan mengancam akan membakar kapal yang mencoba melintas.

Hingga pukul 18.00 waktu setempat pada Rabu, harga minyak acuan Brent tercatat di level US$ 83,76 per barel, naik untuk hari ketiga berturut-turut.

Baca Juga: Apakah Serangan Militer AS terhadap Iran Sah Secara Hukum?

Langkah Antisipasi

Lonjakan harga gas akibat gangguan pasokan global sebelumnya sempat memicu krisis energi pada 2021 yang menekan pasar listrik Singapura.

Sebagai respons, EMA telah membentuk fasilitas LNG siaga yang dapat dimanfaatkan perusahaan pembangkit listrik (gencos) jika pasokan gas alam terganggu.

Perusahaan pembangkit juga diwajibkan menjaga kecukupan bahan bakar sesuai kapasitas pembangkit yang tersedia, termasuk stok diesel sebagai cadangan.

Pada 2023, EMA memperkenalkan mekanisme batas harga sementara (temporary price cap mechanism) sebagai “pemutus arus” ketika terjadi volatilitas tinggi dan berkepanjangan di pasar listrik grosir Singapura.

“Langkah-langkah ini membantu mengamankan pasokan bahan bakar dan listrik serta meredam volatilitas harga,” kata EMA.

Regulator menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan bekerja sama dengan pelaku industri guna menjaga keamanan energi Singapura.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×