Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - HELSINKI. TikTok berencana untuk menginvestasikan dana senilai 1 miliar euro atau setara US$ 1,16 miliar (sekitar Rp 17 triliun) untuk membangun pusat data center kedua di Finlandia.
Rabu (8/4/2026), seorang pejabat TikTok mengatakan, pembangunan data center tersebut akan dilakukan dalam waktu kurang dari setahun karena perusahaan perlu memindahkan penyimpanan data untuk pengguna Eropa ke benua tersebut.
Pengumuman ini muncul ketika perusahaan induk TikTok asal China, ByteDance, pada bulan Januari 2026 berhasil menghindari larangan AS terkait masalah perlindungan data, dan ketika negara-negara Eropa meningkatkan tekanan pada perusahaan media sosial untuk melindungi anak-anak dari algoritma adiktif mereka.
TikTok mengatakan pihaknya melakukan investasi baru sebesar 1 miliar euro di pusat data dengan kapasitas awal 50 megawatt (MW) dan total kapasitas potensial 128 MW di Lahti, Finlandia selatan.
Baca Juga: Emas Naik ke Level Tertinggi Tiga Minggu Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
Investasi ini merupakan bagian dari "inisiatif kedaulatan data Eropa senilai 12 miliar euro yang memberikan perlindungan terdepan di industri untuk data lebih dari 200 juta pengguna Eropa," demikian pernyataan TikTok kepada Reuters.
KEKHAWATIRAN ATAS PERLINDUNGAN DATA
Finlandia telah menjadi magnet bagi pusat data karena perusahaan-perusahaan termasuk Microsoft dan Google berupaya untuk menekan biaya energi dan memenuhi tujuan iklim, tertarik oleh iklim dingin negara itu, listrik berbiaya rendah dan rendah karbon, serta lingkungan peraturan yang stabil dan ramah bisnis di dalam Uni Eropa.
Namun, para politisi Finlandia khawatir dengan rencana TikTok untuk pusat data pertamanya di Finlandia setelah Reuters mengungkapkannya pada April tahun lalu.
Meskipun kementerian Pertahanan Finlandia telah menyetujui investasi tersebut pada tahun 2024, para politisi belum diberitahu.
Menteri urusan ekonomi Finlandia saat itu, Wille-Rydman, di tahun lalu menyerukan agar proyek tersebut "dipertimbangkan kembali" karena kekhawatiran keamanan dan kurangnya keterbukaan seputar rencana perusahaan.
"Setidaknya, saya berharap perusahaan pengembang properti ini akan mempertimbangkan kembali apakah mereka benar-benar menginginkan TikTok sebagai penyewa mereka," kata Rydman kepada penyiar publik Finlandia, Yle, merujuk pada mitra lokal TikTok.
Baca Juga: Iran-AS Sepakati Negosiasi Damai, Ini Jadwalnya
TikTok mengatakan, data pengguna Eropa saat ini disimpan dengan pengamanan yang ditingkatkan di tiga pusat data yang berada di Norwegia, Irlandia, dan AS. Data center Finlandia pertama mereka di Kouvola akan beroperasi pada akhir tahun ini, dengan yang kedua pada tahun 2027.
Walikota Lahti menyambut baik keputusan investasi baru ini.
"Dalam konteks Lahti, investasi ini substansial. Kami senang bahwa perjanjian penyewa utama telah ditandatangani dan proyek ini berjalan sesuai rencana," kata Walikota Lahti Niko Kyynarainen dalam sebuah pernyataan.













