Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Laboratorium kecerdasan buatan milik pendiri Amazon, Jeff Bezos, dikabarkan hampir merampungkan pendanaan baru senilai US$ 10 miliar.
Menurut laporan Financial Times pada Senin, startup baru bernama Project Prometheus tersebut diperkirakan akan memiliki valuasi sekitar US$ 38 miliar setelah putaran pendanaan selesai.
Pendanaan jumbo ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap perusahaan kecerdasan buatan di tengah derasnya belanja teknologi yang mulai mengubah berbagai sektor industri.
Sejumlah institusi keuangan besar dilaporkan ikut berpartisipasi dalam putaran pendanaan tersebut, termasuk JPMorgan dan BlackRock. Meski demikian, proses penggalangan dana disebut masih berlangsung dan belum sepenuhnya final.
Project Prometheus disebut berfokus pada pengembangan AI untuk kebutuhan rekayasa dan manufaktur, termasuk komputer, otomotif, dan pesawat luar angkasa.
Baca Juga: Apple Tunjuk John Ternus Jadi CEO Baru Gantikan Tim Cook, Ini Profilnya
Bezos menjadi salah satu investor awal dalam startup tersebut dan memimpin upaya penggalangan dana bersama co-chief executive Vikram Bajaj.
Selain Bajaj, startup ini didirikan oleh Sherjil Ozair dan William Guss.
Pihak BlackRock menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut. Sementara itu, JPMorgan, para pendiri Project Prometheus, maupun Bezos belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.
Jika pendanaan ini terealisasi, Project Prometheus akan menjadi salah satu startup AI dengan valuasi tertinggi di dunia, sekaligus menegaskan bahwa sektor kecerdasan buatan masih menjadi magnet utama investasi global.













