Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Regulator keuangan Korea Selatan mempertimbangkan pembatasan investasi exchange-traded fund (ETF) leverage berbasis satu saham di tengah demam saham teknologi, terutama sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.
Otoritas menilai langkah tersebut perlu dikaji untuk membatasi risiko investasi ritel pada produk ETF yang memiliki tingkat volatilitas tinggi.
Mengutip Reuters, Ketua Financial Services Commission (FSC) Lee Eog-weon mengatakan regulator akan meninjau langkah tambahan untuk menekan permintaan terhadap ETF leverage berbasis satu saham.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah membatasi total nilai investasi yang dapat dimiliki setiap investor ritel apabila diperlukan.
Pernyataan itu disampaikan Lee dalam pertemuan dengan perusahaan sekuritas dan manajer investasi di Seoul, Selasa (28/7).
Sebelumnya, FSC juga telah menaikkan persyaratan setoran tunai bagi investor ritel yang ingin berinvestasi pada produk ETF tersebut.
Baca Juga: Apa Itu Hegemoni AI? China Tuduh AS Batasi Kemajuan Teknologi
ETF Banyak Mengacu pada Saham AI
Sebagian besar ETF leverage yang menjadi perhatian regulator terkait dengan dua emiten teknologi terbesar Korea Selatan, yakni Samsung Electronics dan SK Hynix.
Popularitas kedua saham itu meningkat seiring melonjaknya kebutuhan chip untuk pengembangan infrastruktur AI.
Namun, tingginya minat investor juga membuat pergerakan ETF berbasis saham tersebut semakin berisiko ketika pasar berbalik arah.
Baca Juga: Belanja AI Membengkak, Kepercayaan Investor terhadap Tesla Diuji
Saham Samsung dan SK Hynix Tertekan
Pada perdagangan Selasa, saham Samsung Electronics sempat merosot hingga 9,7% di Bursa Seoul.
Penurunan dipicu kekhawatiran bahwa perusahaan dapat kehilangan pangsa pasar chip memori kepada pesaing asal China, CXMT, serta meningkatnya risiko pendanaan akibat besarnya belanja infrastruktur AI.
Sementara itu, saham SK Hynix turun hingga 11,2% di Seoul.
American Depositary Receipt (ADR) perusahaan yang baru tercatat di AS juga melemah 10% pada perdagangan Senin di Nasdaq hingga diperdagangkan di bawah harga penawaran umum perdana (IPO).
Reuters menilai bahwa koreksi tajam kedua saham tersebut menunjukkan tingginya volatilitas sektor semikonduktor di tengah persaingan industri AI.
Kondisi inilah yang mendorong regulator Korea Selatan menyiapkan langkah antisipatif untuk membatasi eksposur investor ritel terhadap produk ETF leverage.
Baca Juga: AI Jadi Mesin Cuan Baru Wall Street, IPO hingga Pinjaman Bank Melesat














