Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Citigroup (Citi) menurunkan rekomendasi taktis untuk pasar saham Korea Selatan dari overweight menjadi neutral, setelah mempertahankan posisi overweight selama sekitar satu tahun.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya volatilitas saham-saham semikonduktor yang terkait dengan tema kecerdasan buatan (AI).
Mengutip Reuters, Citi menyatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi mengurangi eksposur terhadap tema investasi AI, menyusul gejolak perdagangan saham chip dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Bursa Asia Melemah, Harga Minyak Tembus US$ 90 akibat Konflik Timur Tengah
Indeks KOSPI sebelumnya menjadi salah satu pasar saham dengan kinerja terbaik di dunia pada 2026 berkat euforia AI.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir, pasar saham Korea Selatan mengalami tekanan akibat volatilitas tinggi yang dipicu antusiasme investor ritel terhadap exchange-traded fund (ETF) berleverage berbasis saham tunggal, ditambah kekhawatiran terhadap valuasi saham teknologi yang dinilai terlalu mahal.
Masih Optimistis terhadap AI
Meski menurunkan rekomendasi untuk Korea Selatan, Citi menegaskan masih memiliki pandangan positif terhadap prospek jangka panjang sektor AI.
Menurut Citi, sebagian besar klien kini mulai membahas peluang meluasnya penguatan pasar (broadening performance) pada paruh kedua 2026. Namun, bank investasi tersebut belum sepenuhnya siap mengalihkan alokasi investasinya dari sektor teknologi di pasar negara berkembang.
Baca Juga: Rupiah Jadi Mata Uang Asia dengan Pelemahan Terdalam terhadap Dolar AS
Dalam perubahan strategi terbaru, Citi:
- Menurunkan rekomendasi Korea Selatan menjadi neutral.
- Menaikkan rekomendasi China menjadi overweight.
- Tetap mempertahankan rekomendasi overweight untuk Taiwan.
Yardeni Research Ikut Turunkan Prospek
Lembaga riset Yardeni Research juga menurunkan rekomendasi untuk pasar negara berkembang menjadi market weight.
Menurut Yardeni, keputusan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak, menguatnya dolar AS akibat sikap hawkish Federal Reserve (The Fed), serta mulai munculnya tanda-tanda AI fatigue atau berkurangnya antusiasme investor terhadap saham AI di Korea Selatan dan Taiwan.
Yardeni mencatat telah terjadi rotasi kepemimpinan pasar sepanjang Juli.
Negara-negara yang sebelumnya menjadi motor reli pasar saham global pada 2026, yakni Korea Selatan dan Taiwan, justru menjadi pasar dengan kinerja terburuk sepanjang bulan ini.
Baca Juga: AS Gempur Iran Hari Kesembilan Berturut-turut, Korban Militer Amerika Bertambah
Kinerja Pasar Saham
Sejauh Juli 2026:
- Korea Selatan turun sekitar 23%, tetapi masih mencatat kenaikan sekitar 55% sejak awal tahun.
- Taiwan melemah sekitar 8% sepanjang Juli, namun masih menguat sekitar 47% secara year to date (ytd).













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
