Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan lima pria yang ditangkap polisi Inggris di dekat pangkalan udara RAF Fairford diduga berencana melakukan “kerusakan besar”.
Kelima orang tersebut ditangkap atas dugaan terkait tindak pidana bahan peledak dan terorisme.
Melansir Reuters, penangkapan dilakukan pada Minggu (27/9/2026) setelah polisi menerima laporan mengenai tiga kendaraan mencurigakan yang terlihat menuju pangkalan militer di Gloucestershire, Inggris bagian barat.
Baca Juga: Harga Solar Melonjak, Truk Listrik Lebih Murah di 6 Pasar Utama Eropa
RAF Fairford merupakan salah satu pangkalan yang digunakan AS untuk operasi militer terhadap Iran.
Polisi Inggris mengatakan lima pria tersebut ditangkap oleh petugas bersenjata dan kemudian ditahan atas dugaan mempersiapkan aksi teror.
Trump mengatakan para tersangka telah berada dalam pengawasan aparat Inggris dan AS sebelum akhirnya ditangkap.
“Penangkapan di Inggris sangat luar biasa. Itu pekerjaan yang luar biasa,” kata Trump kepada wartawan.
“Kami telah menyelidiki mereka. Mereka ingin melakukan kerusakan besar terhadap pangkalan kami dan bekerja sama dengan Inggris ternyata berjalan sangat baik,” lanjutnya.
Polisi Inggris mengatakan, penyelidikan masih berada pada tahap awal. Hingga kini, aparat belum mengungkap pihak yang diduga berada di balik rencana tersebut.
Koordinator Nasional Senior Counter Terrorism Policing Inggris Vicki Evans mengatakan lima orang masih berada dalam tahanan.
“Kami masih berada pada tahap awal penyelidikan dan lima pria masih dalam tahanan,” ujar Evans.
Menurut dia, aparat bekerja sama dengan berbagai mitra untuk memahami rangkaian kejadian di sekitar RAF Fairford.
Baca Juga: Anak Jepang 11 Tahun Ini Pecah Rekor Juara Asian Games 2026, Simak Rincian Olahraga!
Dugaan Motif Iran
Sumber yang mengetahui penyelidikan mengatakan motif yang terkait dengan Iran menjadi dugaan yang paling mungkin.
Namun, aparat juga mempertimbangkan kemungkinan operasi sabotase Rusia maupun aksi kelompok Islamis.
Konteks tersebut muncul setelah Inggris sebelumnya mendapat peringatan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terkait penggunaan RAF Fairford oleh AS.
Inggris pada Juli mengatakan militernya siap melindungi wilayah negara dari serangan setelah IRGC memperingatkan bahwa pangkalan yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran dapat dianggap sebagai target yang sah.
Pemerintah Inggris telah memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pesawat pengebom yang ditempatkan di Fairford dalam serangan terhadap situs rudal Iran yang sebelumnya menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.
Setelah penangkapan, polisi memasang garis pengamanan sepanjang 400 meter di sekitar pangkalan. Unit penjinak bom juga memeriksa kendaraan yang ditemukan di sekitar lokasi.
Warga dari sekitar 85 rumah di sebuah desa yang berdekatan dengan pangkalan turut dievakuasi. Polisi bersenjata kemudian melakukan patroli di sekitar area tersebut.
Keamanan juga diperketat di sejumlah pangkalan lain yang digunakan militer AS di Inggris. Reuters melaporkan terdapat kendaraan lapis baja dan personel militer di pintu masuk RAF Lakenheath dan RAF Mildenhall di wilayah timur Inggris.
Baca Juga: Irlandia Hantam Israel 3-0 di Nations League di Tengah Kontroversi
Ancaman Keamanan
Seorang petani setempat sebelumnya menghubungi polisi setelah melihat sejumlah kendaraan dan orang yang dianggap mencurigakan ketika dalam perjalanan pulang dari sebuah pesta.
Sementara itu, anggota dewan lokal Tristan Wilkinson mengatakan Fairford sebelumnya telah menerima peringatan keamanan dan pengawasan di sekitar pangkalan telah ditingkatkan.
“Jadi, sekitar enam minggu lalu ada ancaman khusus dari Iran terhadap pangkalan ini. Saat itu, pengawasan di sekitar wilayah tersebut ditingkatkan,” ujarnya kepada Reuters.
Angkatan Udara AS menolak memberikan keterangan mengenai langkah pengamanan spesifik di pangkalan tersebut.
Juru bicara Angkatan Udara AS mengatakan 501st Combat Support Wing bersama unit militer AS lainnya yang berbasis di Inggris tetap meningkatkan kewaspadaan dan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan personel, warga sipil, kontraktor, serta keluarga mereka.
Baca Juga: Daftar Medali Indonesia di Asian Games 2026 per 27 September, Naik ke Posisi 14
Di luar ancaman yang berkaitan dengan Iran, pemerintah Inggris juga sebelumnya telah memperingatkan penyedia infrastruktur penting mengenai potensi ancaman sabotase dan serangan siber dari Rusia.
Rusia sendiri membantah melakukan serangan hibrida terhadap negara-negara Barat.














