kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.723   55,00   0,31%
  • IDX 6.088   -6,88   -0,11%
  • KOMPAS100 801   -3,12   -0,39%
  • LQ45 613   -3,83   -0,62%
  • ISSI 214   0,06   0,03%
  • IDX30 350   -2,15   -0,61%
  • IDXHIDIV20 434   -5,35   -1,22%
  • IDX80 92   -0,40   -0,44%
  • IDXV30 120   -0,94   -0,78%
  • IDXQ30 114   -1,57   -1,37%

Harga Emas Melemah, Tertekan Dolar AS dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed


Jumat, 22 Mei 2026 / 09:41 WIB
Harga Emas Melemah, Tertekan Dolar AS dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
ILUSTRASI. Harga emas dunia kembali melemah, dipicu dolar AS menguat dan ekspektasi suku bunga The Fed naik. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat (22/5/2026), sekaligus mencatat potensi penurunan mingguan untuk dua pekan berturut-turut.

Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta kenaikan harga minyak yang meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Harga emas spot tercatat turun 0,4% menjadi US$ 4.522,89 per ons pada pukul 02.22 GMT. Secara mingguan, logam mulia ini telah melemah sekitar 0,3%.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga turun 0,4% ke level US$ 4.524,40 per ons.

Penguatan dolar AS yang bertahan di dekat level tertinggi enam pekan membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Kondisi ini menekan minat beli investor terhadap aset safe haven tersebut.

Baca Juga: Starbucks Hentikan Program AI Penghitung Inventaris Setelah 9 Bulan Digunakan

Analis Marex, Edward Meir, mengatakan bahwa penguatan dolar menjadi faktor utama yang membebani harga emas.

"Apa yang mendorong penurunan harga emas adalah penguatan dolar AS, yang pada gilirannya didorong oleh suku bunga tinggi yang masih berlangsung di berbagai negara di dunia," ujar Edward Meir.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut terdapat "beberapa tanda positif" dalam pembicaraan antara AS dan Iran. Meski demikian, stok uranium Iran serta kontrol atas Selat Hormuz masih menjadi hambatan utama dalam negosiasi tersebut.

Harga minyak dunia turut mengalami kenaikan karena pelaku pasar meragukan peluang tercapainya terobosan dalam pembicaraan damai AS-Iran.

Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran terhadap risiko inflasi dan kemungkinan suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Walaupun emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga tinggi cenderung menekan daya tarik emas karena logam ini tidak memberikan imbal hasil.

Pasar saat ini memperkirakan The Fed masih berpotensi menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 60%.

Baca Juga: Iran Tolak Kirim Uranium Diperkaya ke Luar Negeri, Negosiasi Damai dengan AS Terancam

Dari sisi kebijakan moneter AS, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan melantik Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed pada Jumat di Gedung Putih, menurut pernyataan pemerintah AS.

Sementara itu, Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin menyatakan bahwa respons pelaku usaha dan konsumen terhadap guncangan ekonomi yang masih berlangsung akan menjadi faktor penentu apakah The Fed dapat mengabaikan lonjakan inflasi saat ini atau justru perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,7% menjadi US$ 76,18 per ons, meski masih berpotensi mencatat kenaikan mingguan sebesar 0,4%.

Harga platinum melemah 1% menjadi US$ 1.945,97 per ons, sedangkan palladium turun 0,5% ke level US$ 1.371,90 per ons. Kedua logam tersebut juga berada di jalur penurunan mingguan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×