kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Harga Emas Naik Menjelang Keputusan Pemangkasan Suku Bunga The Fed


Rabu, 10 Desember 2025 / 05:15 WIB
Harga Emas Naik Menjelang Keputusan Pemangkasan Suku Bunga The Fed
ILUSTRASI. Harga emas menguat pada Selasa (9/1/2025) karena para pedagang tetap optimistis menjelang keputusan suku bunga The Fed AS. EUTERS/Ajay Verma/File Photo/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas menguat pada Selasa (9/1/2025) karena para pedagang tetap optimistis menjelang keputusan suku bunga The Fed AS.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,6% menjadiUS$ 4.211,77 per ons troi pada pukul 15.21 ET (2021 GMT). Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup 0,4% lebih tinggi di US$ 4.236,2 per ons troi.

Di sisi kebijakan AS, pertemuan dua hari The Fed berakhir dengan keputusan pada hari Rabu. Para pedagang sekarang melihat peluang 87,4% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin minggu ini.

Baca Juga: Lowongan Kerja AS Naik Tipis pada Oktober, Rekrutmen Tetap Lesu

"Pergerakan emas saat ini disebabkan oleh lonjakan besar perak dan tingginya ekspektasi untuk penurunan suku bunga seperempat poin lagi," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Sementara itu, laporan JOLTS dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan lowongan pekerjaan naik menjadi 7,67 juta pada bulan Oktober, melampaui perkiraan 7,15 juta, yang menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat.

Emas telah mengabaikan laporan ketenagakerjaan, kata Haberkorn, seraya menambahkan, "kita bisa melihat perak diperdagangkan di atas US$ 70 per ons pada paruh pertama tahun 2026, dan emas sedang menuju US$ 5.000 per ons."


Tag


TERBARU

[X]
×