kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.908   -84,00   -0,47%
  • IDX 5.990   -19,30   -0,32%
  • KOMPAS100 769   -4,09   -0,53%
  • LQ45 590   -2,77   -0,47%
  • ISSI 209   0,10   0,05%
  • IDX30 327   -0,84   -0,26%
  • IDXHIDIV20 420   1,10   0,26%
  • IDX80 88   -0,42   -0,47%
  • IDXV30 114   0,33   0,29%
  • IDXQ30 107   -0,15   -0,14%

Inflasi Tokyo Melesat, Peluang Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga Makin Terbuka


Jumat, 02 Oktober 2026 / 11:01 WIB
Inflasi Tokyo Melesat, Peluang Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga Makin Terbuka
ILUSTRASI. Inflasi inti di Tokyo, Jepang, kembali meningkat tajam pada September 2026. Kenaikan tersebut memperkuat tekanan harga (DOK/Jepang)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – TOKYO. Inflasi inti di Tokyo, Jepang, kembali meningkat tajam pada September 2026. Kenaikan tersebut memperkuat tekanan harga sekaligus membuka ruang bagi Bank of Japan (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Data inflasi Tokyo yang dirilis pada Jumat (2/10) menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) inti, yang tidak memasukkan harga makanan segar tetapi masih memperhitungkan harga bahan bakar, meningkat 2,7% secara tahunan pada September.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan 1,8% pada Agustus sekaligus melampaui median perkiraan pasar sebesar 2,4%.

Inflasi inti Tokyo pada September juga untuk pertama kalinya sejak Januari kembali berada di atas target inflasi BOJ sebesar 2%. Laju kenaikan tersebut merupakan yang tercepat sejak November, ketika inflasi mencapai 2,8% secara tahunan.

Data inflasi Tokyo menjadi salah satu indikator awal yang digunakan untuk melihat kecenderungan inflasi nasional. Angka tersebut juga akan menjadi salah satu pertimbangan BOJ ketika memperbarui proyeksi inflasinya dalam pertemuan kebijakan moneter pada 29-30 Oktober 2026.

Baca Juga: Meme Coin Trump Anjlok 97%, Pemegang Teratas Malah Dapat Hadiah Ini

Peluang kenaikan suku bunga BOJ

Reuters melaporkan, pelaku pasar kini mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga BOJ secara beruntun pada bulan ini. Namun, banyak pelaku pasar masih memperkirakan bank sentral Jepang akan kembali menaikkan suku bunga pada Desember untuk mengantisipasi risiko inflasi yang melampaui target.

Yoshiki Shinke, senior executive economist di Dai-ichi Life Research Institute, mengatakan tekanan inflasi Jepang masih cukup kuat meskipun sejumlah faktor temporer diperhitungkan.

"Jika mengabaikan faktor-faktor satu kali, angka inflasi tetap kuat dan menunjukkan perusahaan secara bertahap meneruskan kenaikan biaya akibat pelemahan yen dan perang Iran," ujar Shinke.

Ia memperkirakan inflasi inti secara nasional dapat menembus 3% dalam beberapa bulan mendatang.

"Inflasi inti nasional kemungkinan akan melampaui 3% dalam beberapa bulan mendatang. Dengan adanya risiko kenaikan pada inflasi yang mendasarinya, BOJ akan menghadapi tekanan untuk kembali menaikkan suku bunga paling cepat pada Desember," katanya.

Inflasi tanpa makanan segar dan energi meningkat

Selain inflasi inti, indikator yang mengeluarkan dampak harga makanan segar dan bahan bakar juga menunjukkan peningkatan cukup signifikan.

Indeks tersebut naik 3,0% secara tahunan pada September, setelah tumbuh 2,0% pada Agustus. Kenaikan itu menjadi yang tercepat sejak Agustus 2025.

BOJ memantau erat indikator tersebut karena dinilai dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai tren inflasi yang mendasarinya.

Kenaikan inflasi sebagian dipengaruhi oleh berakhirnya sejumlah subsidi untuk tagihan air dan pengasuhan anak. Namun, tekanan harga juga meluas ke berbagai jenis makanan dan kebutuhan sehari-hari akibat meningkatnya biaya bahan baku.

Baca Juga: Dolar AS Tembus Level Tertinggi 17 Bulan, Pasar Obligasi Bergejolak

Harga komputer pribadi dan tablet juga meningkat karena lonjakan harga chip.

Masato Koike, senior economist di Sompo Institute Plus, memperkirakan tekanan inflasi masih berlanjut.

"Inflasi inti akan terus meningkat sebagai sebuah tren akibat kenaikan biaya energi yang dipicu konflik di Timur Tengah dan dampak lanjutan putaran keduanya," kata Koike.

Ia juga memperkirakan BOJ akan kembali menaikkan suku bunga pada Desember.

Kenaikan harga jasa mulai menguat

Tekanan inflasi juga mulai terlihat semakin luas pada sektor jasa. Inflasi sektor jasa mencapai 2,3% pada September, naik dari 1,4% pada bulan sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan perusahaan mulai meneruskan peningkatan biaya tenaga kerja kepada konsumen di tengah ketatnya pasar tenaga kerja Jepang.

BOJ menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam 31 tahun pada bulan lalu. Gubernur BOJ juga mengisyaratkan bahwa bank sentral telah memasuki fase kebijakan yang berfokus pada pencegahan inflasi mendasar agar tidak melampaui target.

Bank sentral Jepang sebelumnya menyatakan bahwa inflasi yang mendasari, yakni tren kenaikan harga yang didorong oleh permintaan dan telah menghilangkan faktor-faktor temporer, sudah mendekati target 2%, tetapi belum sepenuhnya memenuhi target tersebut.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok 3% Sepekan, Dolar AS Menguat dan Investor Tunggu Data Payrolls

Harga minyak jadi perhatian BOJ

Analis menilai salah satu faktor penting bagi arah kebijakan BOJ adalah bagaimana kenaikan harga grosir dan harga konsumen terbaru memengaruhi ekspektasi masyarakat terhadap pergerakan harga ke depan.

Ekspektasi tersebut penting untuk menjaga inflasi yang mendasari tetap berada di sekitar target 2% BOJ.

Pada Juli 2026, BOJ memperkirakan inflasi konsumen inti mencapai 2,5% pada tahun fiskal 2026 dan 2,4% pada 2027. Proyeksi tersebut telah memperhitungkan dampak kenaikan biaya yang berasal dari konflik di Timur Tengah.

Kini, perhatian pasar tertuju pada kenaikan kembali harga minyak mentah dalam beberapa waktu terakhir. Jika harga energi terus meningkat, BOJ berpotensi mempertimbangkan revisi naik terhadap proyeksi inflasinya dalam pertemuan Oktober.

"Gelombang kedua guncangan energi dapat membuat inflasi bertahan pada level tinggi lebih lama dari perkiraan, yang dapat memperkuat posisi kelompok hawkish di dewan BOJ," ujar Shinke.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×