kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.689   -94,00   -0,53%
  • IDX 6.663   66,92   1,01%
  • KOMPAS100 871   12,17   1,42%
  • LQ45 662   10,00   1,53%
  • ISSI 231   1,95   0,85%
  • IDX30 371   5,50   1,51%
  • IDXHIDIV20 458   7,74   1,72%
  • IDX80 99   1,44   1,47%
  • IDXV30 126   2,47   2,00%
  • IDXQ30 119   2,10   1,80%

Bank Sentral Malaysia Tahan Suku Bunga 2,75% untuk Ketujuh Kalinya


Kamis, 03 September 2026 / 14:20 WIB
Bank Sentral Malaysia Tahan Suku Bunga 2,75% untuk Ketujuh Kalinya
ILUSTRASI. Uang kertas Ringgit Malaysia terlihat dalam foto ilustrasi ini, 1 Juni 2017. REUTERS/Thomas White (REUTERS/Thomas White)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Bank Negara Malaysia (BNM) mempertahankan suku bunga kebijakan di level 2,75% pada Kamis (3/9/2026).

Keputusan ini menjadi yang ketujuh secara berturut-turut dan sesuai dengan perkiraan sebagian besar ekonom.

BNM menilai kondisi ekonomi Malaysia masih cukup kuat, sementara tekanan inflasi tetap terkendali.

Baca Juga: Bank Sentral Malaysia Tahan Suku Bunga ke-4 Kali Berturut-Turut, Ini Alasannya

Karena itu, bank sentral memilih mempertahankan suku bunga acuan dan belum melihat kebutuhan untuk mengubah arah kebijakan moneternya.

Dalam jajak pendapat Reuters terhadap 31 ekonom, sebanyak 29 ekonom memperkirakan BNM akan mempertahankan overnight policy rate (OPR) di level 2,75%. Hanya dua ekonom yang memperkirakan adanya perubahan suku bunga.

Keputusan tersebut menunjukkan BNM masih mengambil sikap hati-hati di tengah kondisi ekonomi yang relatif solid. Suku bunga 2,75% dinilai masih memberikan ruang bagi perekonomian untuk tumbuh, sekaligus menjaga stabilitas harga.

Dengan keputusan terbaru ini, BNM telah mempertahankan OPR selama tujuh kali rapat kebijakan berturut-turut.

Baca Juga: Bank of Canada Tahan Suku Bunga 2,25%, Waspadai Dampak Tarif Trump

Sikap BNM juga menjadi perhatian pasar karena kebijakan suku bunga Malaysia turut memengaruhi daya tarik aset keuangan di kawasan Asia Tenggara, termasuk di tengah dinamika kebijakan moneter global.

Ke depan, arah suku bunga BNM akan sangat bergantung pada perkembangan pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta kondisi pasar keuangan global.


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×