kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.895   -97,00   -0,54%
  • IDX 6.038   28,44   0,47%
  • KOMPAS100 778   4,51   0,58%
  • LQ45 596   4,11   0,69%
  • ISSI 210   1,32   0,63%
  • IDX30 331   2,74   0,83%
  • IDXHIDIV20 423   4,14   0,99%
  • IDX80 89   0,52   0,59%
  • IDXV30 115   0,90   0,79%
  • IDXQ30 108   0,71   0,66%

Starbucks Buka Gerai Pertama di Xinjiang China, Legislator AS Minta Ditutup


Jumat, 02 Oktober 2026 / 13:54 WIB
Starbucks Buka Gerai Pertama di Xinjiang China, Legislator AS Minta Ditutup
ILUSTRASI. Starbucks menghadapi sorotan setelah membuka dua gerai pertamanya di Xinjiang, China. (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Starbucks menghadapi sorotan setelah membuka dua gerai pertamanya di Xinjiang, China. Seorang legislator Amerika Serikat (AS) mendesak perusahaan kopi tersebut menutup gerainya di wilayah yang menjadi pusat kontroversi terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap masyarakat Uyghur.

John Moolenaar, Ketua Select Committee on China di House of Representatives AS, meminta Starbucks segera membatalkan ekspansinya di Xinjiang. Ia menilai keputusan perusahaan untuk beroperasi di wilayah tersebut bertentangan dengan citra Starbucks sebagai perusahaan yang menjunjung tanggung jawab sosial.

"Ini adalah keputusan yang mengejutkan dan secara moral bangkrut dari sebuah perusahaan yang membanggakan diri atas tanggung jawab sosialnya," kata Moolenaar dalam pernyataan yang diterbitkan pada Kamis (2/10/2026).

Ia juga mengatakan tidak ada alasan yang dapat dibenarkan bagi perusahaan asal AS untuk menjalankan bisnis di wilayah tersebut.

Baca Juga: 20 Serangan Udara Guncang Taiz Yaman, Saudi-Houthi Kembali Memanas

"Tidak ada alasan yang dapat dibenarkan bagi perusahaan Amerika untuk melakukan bisnis di wilayah tempat PKC (Partai Komunis China) telah menahan lebih dari satu juta warga Uyghur dan merampas keimanan, bahasa, serta budaya mereka," ujarnya.

China selama ini membantah tuduhan luas mengenai pelanggaran terhadap masyarakat Uyghur, yang sebagian besar beragama Islam. Pemerintah China menyatakan kebijakan di Xinjiang ditujukan untuk memerangi terorisme, separatisme, dan ekstremisme agama.

Buka Dua Gerai di Urumqi

Starbucks membuka dua gerai pertamanya di Xinjiang pada pekan ini. Kedua gerai tersebut berada di Urumqi, ibu kota Xinjiang.

Salah satu gerai Starbucks berlokasi di pusat kota, tepatnya di kawasan Grand Bazaar. Sementara gerai lainnya dibuka di bandara internasional Urumqi.

Melalui akun resmi WeChat, Starbucks menyatakan pembukaan gerai tersebut bukan sekadar menghadirkan gerai kopi baru di Xinjiang, melainkan bagian dari upaya menciptakan pengalaman baru yang memadukan budaya lokal dengan kebutuhan pelanggan.

Chief Executive Officer (CEO) Starbucks China Liu Wenjuan mengatakan perusahaan akan terus melakukan investasi di Xinjiang.

Foto-foto gerai yang diunggah Starbucks di platform tersebut memperlihatkan logo Starbucks dalam bahasa Inggris dan Mandarin. Reuters tidak menemukan tanda-tanda yang secara jelas menampilkan bahasa Uyghur di gerai tersebut.

Baca Juga: Suzuki Minta Pemasok di India Setop Produksi Selama Satu Hari

Bahasa Uyghur menggunakan aksara berbasis bahasa Arab dan secara resmi memiliki kedudukan yang setara dengan bahasa China di Xinjiang.

Ekspansi Starbucks di Pasar China

Ekspansi Starbucks di Xinjiang berlangsung di tengah strategi perusahaan untuk memperkuat bisnisnya di pasar China.

Pada April 2026, Starbucks menyelesaikan pembentukan usaha patungan (joint venture) di China dengan masuknya investor strategis Boyu Capital sebagai pemegang 60% saham.

Usaha patungan tersebut mengoperasikan sekitar 8.000 gerai Starbucks di seluruh China.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×