kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.895   -97,00   -0,54%
  • IDX 6.030   20,10   0,33%
  • KOMPAS100 777   3,07   0,40%
  • LQ45 596   3,24   0,55%
  • ISSI 209   0,95   0,46%
  • IDX30 331   2,56   0,78%
  • IDXHIDIV20 423   4,14   0,99%
  • IDX80 89   0,39   0,44%
  • IDXV30 115   0,64   0,56%
  • IDXQ30 108   0,72   0,67%

Suzuki Minta Pemasok di India Setop Produksi Selama Satu Hari


Jumat, 02 Oktober 2026 / 13:42 WIB
Suzuki Minta Pemasok di India Setop Produksi Selama Satu Hari
ILUSTRASI. Suzuki S-Presso (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – NEW DELHI. Mesin yang terus berputar ternyata juga membutuhkan waktu untuk berhenti. Suzuki Motor meminta para pemasok komponen di India menghentikan produksi selama satu hari setiap pekan untuk perawatan mesin.

Mengutip laporan Reuters (2/9), langkah tersebut dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan kerja, gangguan produksi hingga masalah kualitas, terutama ketika volume produksi kendaraan Suzuki di India terus meningkat.

Dua sumber yang mengetahui kebijakan tersebut mengatakan, arahan ini merupakan yang pertama kali dikeluarkan Suzuki kepada para pemasoknya di India. Kebijakan tersebut sejalan dengan rencana Maruti Suzuki meningkatkan produksi tahunan menjadi 4 juta mobil pada 2030, dari sekitar 2,4 juta unit saat ini.

India menjadi pasar terbesar sekaligus basis produksi penting bagi Suzuki Motor. Dari negara tersebut, Suzuki juga berencana meningkatkan ekspor kendaraan ke sejumlah pasar, termasuk Jepang dan Eropa.

Sementara itu, Maruti Suzuki merupakan pemain terbesar di pasar otomotif India. Namun, pangsa pasarnya menghadapi tekanan setelah Tata Motors serta Mahindra & Mahindra meluncurkan kendaraan dengan fitur yang lebih lengkap.

Untuk merebut kembali pangsa pasar, Maruti menyiapkan sejumlah model baru hingga 2030. Peningkatan kapasitas produksi menjadi salah satu bagian penting dari strategi tersebut.

Baca Juga: Inflasi Tokyo Melesat, Peluang Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga Makin Terbuka

Pada Agustus lalu, Presiden Suzuki Motor Toshihiro Suzuki bertemu dengan para pemasok di India. Dalam pertemuan itu, pemasok diminta menyiapkan kapasitas produksi berdasarkan pola kerja enam hari dalam sepekan.

Maruti kemudian meminta para pemasok menandatangani pernyataan pada akhir tahun yang memastikan lini produksi komponen untuk Maruti tidak beroperasi selama tujuh hari penuh dalam sepekan.

Mulai September 2027, Suzuki menargetkan pemasok menerapkan pola operasional 20 jam per hari selama enam hari dalam sepekan. Dengan pola ini, mesin akan mendapat waktu istirahat empat jam setiap malam dan satu hari penuh untuk perawatan.

Kebijakan tersebut berpotensi menambah biaya bagi pemasok. Selama ini, produsen komponen di India umumnya mengoperasikan mesin tujuh hari dalam sepekan untuk memaksimalkan penggunaan mesin dan keuntungan. Mereka kini perlu menyiapkan kapasitas tambahan untuk menggantikan waktu produksi yang dihentikan.

Kebutuhan investasi pun berpotensi meningkat karena pemasok harus menambah fasilitas dan mesin. Kondisi ini terjadi ketika harga komoditas dan bahan baku masih tinggi, sementara permintaan otomotif India terus tumbuh.

Penjualan mobil domestik India diperkirakan mencapai sekitar 5 juta unit pada 2026, meningkat dari 3 juta unit pada 2019. Di sisi lain, ekspor Maruti ke Jepang, Eropa, dan Timur Tengah diperkirakan mendekati 500.000 unit tahun ini.

Di tengah ekspansi tersebut, Suzuki juga tengah menyiapkan teknologi sistem penggerak dan keselamatan baru di India. Perusahaan menargetkan waktu pengembangan kendaraan dapat dipangkas hingga separuh serta efisiensi manufaktur meningkat pada 2030.

Baca Juga: Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup, Malaysia Protes Perubahan Injury Time Laga Indonesia




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×