kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Perang Iran Belum Goyahkan Industri India, Output Pabrik Tumbuh 4,9%


Senin, 01 Juni 2026 / 19:18 WIB
Perang Iran Belum Goyahkan Industri India, Output Pabrik Tumbuh 4,9%
ILUSTRASI. INDIA-MARKETS/FOREIGN INVESTORS (REUTERS/Francis Mascarenhas)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Aktivitas industri India tetap menunjukkan ketahanan pada April 2026.

Produksi industri negara tersebut tumbuh 4,9% secara tahunan, melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,9%, meski dibayangi kenaikan biaya energi dan gangguan rantai pasok akibat perang Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari.

Baca Juga: Penjualan Tesla Mulai Pulih di Eropa, Registrasi Kendaraan Melonjak

Data yang dirilis pemerintah India pada Senin (1/6/2026) tersebut merupakan publikasi pertama menggunakan seri indeks baru dengan tahun dasar 2022-2023.

Karena perubahan metodologi tersebut, angka pertumbuhan April tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan pertumbuhan 4,1% yang tercatat pada Maret.

Kinerja sektor manufaktur menjadi penopang utama pertumbuhan industri India.

Sektor yang menyumbang sekitar 13% terhadap perekonomian India itu tumbuh 6,2% pada April, meski menjadi salah satu sektor yang paling terdampak oleh krisis di Timur Tengah.

Sementara itu, produksi barang modal (capital goods), yang sering digunakan sebagai indikator aktivitas investasi dan output pabrik, melonjak 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi konsumsi, produksi barang tahan lama (consumer durables) seperti mobil dan telepon genggam meningkat 4,3% secara tahunan.

Adapun produksi barang konsumsi tidak tahan lama (consumer non-durables), termasuk makanan dan produk perawatan pribadi, naik 2,8%.

Produksi listrik juga tumbuh 4,9% pada April, mencerminkan masih kuatnya aktivitas ekonomi. Namun, sektor pertambangan mencatat kontraksi 5,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Iran: Sikap Kontradiktif AS dan Serangan Israel Terhadap Lebanon Hambat Diplomasi

Metodologi Baru

Pemerintah India juga memperkenalkan sejumlah perubahan dalam perhitungan indeks produksi industri guna mencerminkan perkembangan struktur ekonomi yang lebih mutakhir.

Kementerian Statistik India kini menggunakan pendekatan chain-linked, yang memungkinkan pembaruan bobot komponen indeks setiap tahun sehingga lebih mampu menangkap perubahan aktivitas ekonomi dan mengurangi distorsi data.

Dalam seri baru tersebut, sektor kelistrikan dipisahkan menjadi energi terbarukan dan non-terbarukan untuk mencerminkan transisi energi yang tengah berlangsung di India.

Selain itu, mineral minor dan logam tanah jarang (rare earths) kini dimasukkan ke dalam indeks, seiring meningkatnya peran komoditas tersebut dalam pembangunan infrastruktur, energi bersih, dan industri teknologi tinggi.

Pemerintah juga menambahkan sektor distribusi gas, penyediaan air, pengelolaan limbah, dan layanan sanitasi ke dalam cakupan statistik industri nasional agar lebih selaras dengan standar internasional.

Baca Juga: Dampak Perang Iran Kian Terasa, Pabrikan Eropa Hadapi Kenaikan Biaya Tertinggi

Perubahan lainnya mencakup mekanisme penggantian pabrik yang telah tutup atau usang dengan unit produksi yang lebih baru, serta penambahan kategori khusus untuk produk-produk baru dan industri yang sedang berkembang.

Data terbaru ini menunjukkan bahwa sektor industri India masih mampu mencatat pertumbuhan yang solid di tengah ketidakpastian global.

Meskipun tekanan dari lonjakan harga energi dan gangguan pasokan akibat konflik geopolitik tetap menjadi tantangan bagi perekonomian negara tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×