kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.895   -97,00   -0,54%
  • IDX 6.038   28,44   0,47%
  • KOMPAS100 778   4,51   0,58%
  • LQ45 596   4,11   0,69%
  • ISSI 210   1,32   0,63%
  • IDX30 331   2,74   0,83%
  • IDXHIDIV20 423   4,14   0,99%
  • IDX80 89   0,52   0,59%
  • IDXV30 115   0,90   0,79%
  • IDXQ30 108   0,71   0,66%

Gletser Swiss Mencair Parah, 5% Es Hilang Sepanjang 2026


Jumat, 02 Oktober 2026 / 14:00 WIB
Gletser Swiss Mencair Parah, 5% Es Hilang Sepanjang 2026
ILUSTRASI. Gletser-gletser di Swiss mengalami penyusutan secara cepat setelah mencatat salah satu periode kehilangan es terburuk (DOK/ gogirlmagz.com)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - SWISS. Gletser-gletser di Swiss mengalami penyusutan secara cepat setelah mencatat salah satu periode kehilangan es terburuk di tengah gelombang panas Eropa yang memecahkan rekor.

Berdasarkan laporan Swiss Glacier Monitoring Network (GLAMOS) dan Swiss Commission for Cryosphere Observation dari Swiss Academy of Sciences yang dirilis Kamis (1/10/2026), gletser Swiss kehilangan lebih dari 5% volume esnya sepanjang 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan semakin cepatnya laju penyusutan gletser seiring tahun-tahun dengan pencairan es ekstrem semakin sering terjadi. Dalam lima tahun terakhir, gletser-gletser Swiss telah kehilangan hampir seperlima volume esnya.

Penyusutan tersebut berpotensi mengancam ketersediaan air di masa depan sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai keberlangsungan jangka panjang kawasan es di Eropa.

Baca Juga: Starbucks Buka Gerai Pertama di Xinjiang China, Legislator AS Minta Ditutup

"Seolah-olah sekarang kita berada di dunia baru, di masa depan ketika gletser hanya terus mencair," ujar Matthias Huss, Direktur GLAMOS.

Menurut Huss, kombinasi musim dingin dengan curah salju yang terlalu sedikit dan suhu musim panas yang mencapai rekor tertinggi menyebabkan pencairan es dalam jumlah sangat besar pada tahun ini.

Situasi Gletser Swiss Semakin Mengkhawatirkan

Huss mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena tahun-tahun dengan pencairan es ekstrem kini semakin sering terjadi.

"Kita melihat tahun-tahun ekstrem hampir setiap tahun sekarang dan ini benar-benar situasi yang mengkhawatirkan," kata Huss.

Meski demikian, laju kehilangan es pada 2026 belum sepenuhnya mencapai rekor tertinggi yang tercatat pada 2022. Saat itu, debu dari Afrika Utara terbawa ke wilayah Swiss dan mengendap di permukaan salju sehingga mempercepat proses pencairan.

Gletser Aletsch, yang merupakan gletser terbesar di Swiss, mencatat pencairan terbesar sepanjang sejarah pengamatannya pada tahun ini.

Sementara itu, Glacier de Tsanfleuron kehilangan ketebalan rata-rata lebih dari empat meter. Menurut Huss, tingkat kehilangan es sebesar itu sebelumnya sulit dibayangkan terjadi dalam waktu singkat.

Gletser Swiss Kehilangan 2,2 Triliun Liter Air

Para ilmuwan memperkirakan gletser-gletser Swiss kehilangan sekitar 2,2 triliun liter air hanya dalam periode Juli hingga September 2026.

Baca Juga: 20 Serangan Udara Guncang Taiz Yaman, Saudi-Houthi Kembali Memanas

Volume tersebut setara dengan lebih dari empat kali konsumsi air minum tahunan seluruh rumah tangga di Swiss.

Pencairan gletser dalam jangka pendek memiliki satu dampak positif, yakni membantu mengurangi kekurangan air selama musim panas. Air hasil pencairan es dapat menjadi tambahan pasokan ketika ketersediaan air sedang terbatas.

Namun, manfaat tersebut diperkirakan semakin berkurang seiring menyusutnya wilayah yang tertutup es dan mengecilnya ukuran gletser.

Huss menilai perubahan lanskap akibat pencairan es tersebut menjadi gambaran nyata mengenai dampak perubahan iklim terhadap kawasan pegunungan Eropa.

"Bukan berarti kami terkejut karena kami tahu seberapa cepat gletser mencair, tetapi melihat warna pegunungan ketika tidak ada lagi salju dan yang terlihat hanya bebatuan," ujar Huss.

"Itu membuat saya sedih," tambahnya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×