Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas menguat lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (6/5/2026), didorong pelemahan dolar AS serta meredanya kekhawatiran inflasi seiring harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Melansir Reuters, harga emas spot naik 1,3% menjadi US$4.617,19 per ons pada pukul 01.00 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni menguat 1,4% ke level US$4.631,30 per ons.
Baca Juga: Dolar AS Melemah di Tengah Harapan Kesepakatan dengan Iran, Yen Masih Tertekan
Sentimen positif bagi emas muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz, menyusul kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut operasi militer “Epic Fury” telah selesai dan menegaskan bahwa Washington tidak menginginkan eskalasi konflik lebih lanjut.
Pernyataan tersebut turut menekan nilai dolar AS dan harga minyak mentah, yang pada gilirannya mengurangi tekanan inflasi dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Selain itu, data ekonomi menunjukkan defisit perdagangan AS melebar pada Maret, dipicu lonjakan impor terkait investasi kecerdasan buatan (AI) yang melampaui kenaikan ekspor, termasuk ekspor minyak di tengah konflik Timur Tengah.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Dua Hari Beruntun Rabu (6/5) Pagi, Brent ke US$108,35
Pelaku pasar kini menanti rilis data tenaga kerja AS (non-farm payrolls) pada akhir pekan ini, yang akan menjadi indikator penting dalam menentukan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot naik 2,4% menjadi US$74,60 per ons, platinum menguat 1,3% ke US$1.977,25, dan palladium naik 1,1% ke level US$1.502 per ons.
Sementara itu, SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia, melaporkan kepemilikannya stabil di level 1.040,66 metrik ton pada Senin.













