Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas spot naik lebih dari 1% pada Jumat (7/8/2026) dan bersiap mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Januari 2026. Harga emas didorong oleh penurunan harga minyak, sementara investor menantikan data penting nonfarm payrolls Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan petunjuk mengenai prospek suku bunga The Fed.
Jumat (7/8/2026), harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.285,89 per ons pada pukul 06.35 GMT, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam tujuh pekan pada hari Kamis. Harga emas mencatat kenaikan 6% sepanjang pekan ini.
Sementara, harga emas berjangka AS juga naik 1,1% menjadi US$ 4.344,90.
"Harapan akan perdamaian di Timur Tengah mendorong ekspektasi inflasi lebih rendah, sehingga memungkinkan emas melonjak dari fase konsolidasi beberapa pekan di atas level US$ 4.000," kata Matt Simpson, analis senior di StoneX seperti dikutip Reuters.
Baca Juga: Ekspor China Tumbuh 23,9% pada Juli 2026, Kinerja Produk AI Jadi Penopang
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia yakin perang dengan Iran akan segera berakhir.
Harga minyak mentah diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan. Harga energi yang lebih rendah membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi ekspektasi akan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama.
Emas merupakan aset lindung nilai terhadap inflasi, namun suku bunga yang tinggi cenderung menekan daya tariknya karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Laporan nonfarm payrolls (NFP) AS untuk bulan Juli dijadwalkan rilis pada pukul 12.30 GMT.
"Terlepas dari bagaimana hasil NFP nantinya, level US$ 4.000 telah terbukti menjadi level support yang kuat. NFP mungkin akan menimbulkan sedikit gejolak dalam jangka pendek, namun pergerakan harga telah memberikan sinyal yang jelas, dan emas tampaknya siap untuk reli," tambah Simpson.
Para trader saat ini melihat adanya peluang sebesar 55% untuk kenaikan suku bunga AS pada bulan September, menurut data CME FedWatch Tool.
"Memasuki bulan Agustus, kami memiliki pandangan yang sedikit lebih positif terhadap emas dan memperkirakan akan terbentuk rentang perdagangan yang lebih lebar," ungkap Marex dalam sebuah catatan.
Baca Juga: Surplus Dagang China dengan Uni Eropa dan AS Tetap Besar pada Juli, Ini Rinciannya













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
