Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia berbalik menguat tipis pada perdagangan Senin (11/5/2026) setelah sempat turun lebih dari 1% di awal sesi.
Pelaku pasar mencermati perkembangan diplomasi Amerika Serikat (AS)-Iran serta menanti rilis data inflasi AS pekan ini.
Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,2% menjadi US$ 4.723,40 per ons troi pada pukul 18.02 GMT. Sementara kontrak emas berjangka AS ditutup relatif stagnan di level US$ 4.728,70 per ons troi.
Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 104 per Barel
Analis pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff mengatakan, penguatan emas didorong aksi bargain hunting serta posisi investor menjelang rilis data inflasi AS.
Fokus pasar saat ini tertuju pada data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang dijadwalkan rilis Selasa (12/5) dan data Indeks Harga Produsen (PPI) pada Rabu (13/5).
Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump dengan cepat menolak respons Iran terhadap proposal perdamaian AS.
Kondisi itu memicu kekhawatiran bahwa konflik yang telah berlangsung selama 10 pekan akan terus berlanjut dan mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Situasi tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dan memperbesar risiko inflasi global.
Baca Juga: Trump Siapkan Pembicaraan Sensitif dengan Xi:Taiwan dan Minta Jimmy Lai Dibebaskan
Analis ING dalam catatannya menyebut mandeknya pembicaraan damai membuat prospek gencatan senjata semakin tidak pasti dan menjaga tekanan inflasi tetap tinggi.
“Kondisi ini memperkuat narasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama, yang selama ini menjadi faktor penekan harga emas,” tulis ING.
Meski demikian, ING masih memperkirakan harga emas dapat mencapai US$ 5.000 per ons pada akhir tahun, walau ketidakpastian geopolitik diperkirakan tetap tinggi dalam jangka pendek.
Sejumlah lembaga keuangan global juga mulai memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve tahun ini.
Proyeksi kini terpecah antara kemungkinan adanya pelonggaran terbatas hingga skenario tanpa pemangkasan suku bunga sama sekali pada 2026.
Emas cenderung tertekan ketika suku bunga tinggi karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil sehingga opportunity cost untuk memegang emas menjadi lebih besar.
Baca Juga: AS Karantina 18 Penumpang Kapal Pesiar Usai Wabah Hantavirus Terdeteksi
Pasar juga mencermati kunjungan dua hari Trump ke China pekan ini. Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping untuk membahas berbagai isu strategis seperti Iran, Taiwan, kecerdasan buatan (AI), hingga senjata nuklir.
Sementara itu di India, saham-saham peritel perhiasan anjlok setelah Perdana Menteri Narendra Modi mengimbau masyarakat menahan pembelian emas selama satu tahun demi menjaga cadangan devisa negara. India merupakan konsumen emas terbesar kedua di dunia.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot melonjak 6,6% menjadi US$ 85,65 per ons troi. Platinum naik 3% ke US$ 2.116,72 per ons troi dan palladium menguat 0,8% menjadi US$ 1.503,11 per ons troi.













