kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Harga Emas Stabil Selasa (17/3), Pasar Pantau Konflik Iran dan Keputusan The Fed


Rabu, 18 Maret 2026 / 05:25 WIB
Harga Emas Stabil Selasa (17/3), Pasar Pantau Konflik Iran dan Keputusan The Fed
ILUSTRASI. Harga emas (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas cenderung stabil pada perdagangan Selasa (17/3/2026), seiring pelaku pasar mencermati eskalasi konflik Iran serta menanti keputusan kebijakan moneter Federal Reserve.

Melansir Reuters, harga emas spot tercatat relatif tidak berubah di level US$5.004,71 per ons troi pada sore hari waktu setempat.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup naik tipis 0,1% ke US$5.008,20 per ons ttroi.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 3%, Serangan Iran ke UEA Picu Kekhawatiran Pasokan Global

Pergerakan harga emas saat ini mencerminkan tarik-menarik antara sentimen safe haven dan tekanan dari kebijakan suku bunga tinggi.

Analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff menyebut, pasar emas sedang berada dalam fase keseimbangan.

“Pasar emas saat ini mencerminkan keseimbangan antara permintaan aset aman akibat ketidakpastian geopolitik dan tekanan dari inflasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun tren jangka panjang masih positif, reli emas berpotensi tertahan dalam waktu dekat.

“Saya melihat emas masih berpeluang mencetak rekor baru, namun kemungkinan tidak dalam waktu dekat karena momentum kenaikan mulai melemah,” tambahnya.

Baca Juga: Harga BBM AS Tembus US$3,75 per Galon, Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa

Efek Konflik dan Suku Bunga

Sebagai aset lindung nilai, emas biasanya diuntungkan saat ketidakpastian global meningkat. Konflik antara AS–Israel dan Iran yang telah memasuki pekan ketiga turut memicu kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi, terutama akibat gangguan pasokan energi.

Harga minyak global yang naik lebih dari 2% pada hari yang sama juga memperkuat kekhawatiran tersebut.

Namun, di sisi lain, prospek suku bunga tinggi menjadi faktor penekan bagi emas. Sebab, emas tidak memberikan imbal hasil sehingga menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen berbunga saat suku bunga tinggi.

Baca Juga: Macron Bantah Trump: Paris Ogah Ikut Operasi Militer Selat Hormuz

Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga dalam pengumuman yang dijadwalkan Rabu waktu setempat.

Commerzbank dalam catatannya menilai bahwa keputusan The Fed kemungkinan tidak akan menjadi pendorong utama pergerakan emas dalam jangka pendek.

Ketidakpastian terkait durasi konflik serta gangguan pasokan minyak diperkirakan akan membuat bank sentral tetap berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan.

Pergerakan Logam Mulia Lain

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 1,5% ke US$79,55 per ons troi. Sementara itu, platinum naik 0,6% ke US$2.129,53 dan paladium menguat 0,7% ke US$1.609,70.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×