Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Senin (11/5/2026) bahwa ia akan membahas isu penjualan senjata ke Taiwan serta kasus taipan media Jimmy Lai yang dipenjara, saat bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan ini.
“Saya akan membahas itu dengan Presiden Xi,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih ketika ditanya mengenai dukungan lama Washington terhadap pertahanan Taiwan.
“Presiden Xi ingin kami tidak melakukannya, dan saya akan membahasnya. Itu salah satu dari banyak hal yang akan saya bicarakan,” tambahnya.
Mengutip Reuters, China mengklaim Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai bagian dari wilayahnya, klaim yang ditolak Taiwan. Washington menerapkan kebijakan “satu China” (one China policy), yaitu mengakui posisi China namun tidak mengambil sikap mengenai kedaulatan Taiwan.
Amerika Serikat merupakan pendukung internasional terpenting bagi Taiwan dan secara hukum terikat untuk membantu pertahanan Taiwan. Transfer senjata AS ke Taiwan telah lama menjadi sumber ketegangan dalam hubungan AS-China.
Pada Desember, Trump mengumumkan paket penjualan senjata terbesar sepanjang sejarah AS untuk Taiwan, dengan nilai lebih dari US$ 11 miliar.
Dalam beberapa hari terakhir, para penasihat Trump dari Partai Republik mendorong Taiwan agar mengalokasikan lebih banyak dana untuk pertahanan. Seorang pejabat AS mengatakan bahwa pertemuan puncak Trump-Xi tidak menandakan adanya perubahan kebijakan AS terhadap Taiwan.
Kepada wartawan, Trump kembali menyatakan keraguannya bahwa ketegangan mengenai Taiwan akan memuncak menjadi konflik terbuka selama masa kepemimpinannya.
Baca Juga: AS Karantina 18 Penumpang Kapal Pesiar Usai Wabah Hantavirus Terdeteksi
“Saya tidak pikir itu akan terjadi,” ujarnya tanpa menjelaskan lebih lanjut. “Saya pikir kita akan baik-baik saja. Saya punya hubungan yang sangat baik dengan Presiden Xi. Dia tahu saya tidak ingin itu terjadi.”
Trump Akan Angkat Isu Penahanan Jimmy Lai
Trump juga mengatakan akan membahas kasus Jimmy Lai dengan Xi. Lai dikenal sebagai aktivis pro-demokrasi veteran dan kritikus China paling vokal di Hong Kong.
Jimmy Lai dijatuhi hukuman penjara 20 tahun pada Februari atas dua dakwaan konspirasi berkolusi dengan kekuatan asing dan satu dakwaan menerbitkan materi hasutan.
“Jimmy Lai - dia menyebabkan banyak gejolak bagi China. Dia mencoba melakukan hal yang benar. Dia tidak berhasil, masuk penjara, dan orang-orang ingin dia keluar, dan saya juga ingin melihat dia keluar. Jadi saya akan mengangkatnya lagi,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa ia sebelumnya juga pernah membahas kasus Lai dengan China.
Kasus Lai memicu kekhawatiran global mengenai pengetatan aturan keamanan nasional di Hong Kong, terutama karena Lai adalah pendiri surat kabar Apple Daily yang kini sudah ditutup.
Sejumlah pemerintah asing dan kelompok hak asasi internasional mengkritik dampak dari undang-undang keamanan nasional tersebut terhadap kebebasan sipil di Hong Kong.
Tonton: Iran Putar Otak Hadapi Blokade AS! Jalur Kereta China Jadi Nafas Baru
Trump juga mengatakan akan mengangkat kasus pendeta Jin Mingri, pendiri Zion Church, yang ditangkap akhir tahun lalu.
Penindakan terhadap Zion Church terjadi setelah regulator agama tertinggi China menerbitkan aturan baru yang melarang khotbah atau pelatihan keagamaan secara online tanpa izin oleh rohaniawan, serta melarang praktik yang dianggap sebagai “kolusi dengan pihak asing”.
Tabel: Isu Utama yang Akan Dibahas Trump dengan Xi Jinping
| Isu | Posisi AS | Posisi China | Dampak Potensial |
|---|---|---|---|
| Penjualan senjata AS ke Taiwan | Mendukung pertahanan Taiwan, sesuai undang-undang AS | Menolak keras, anggap Taiwan bagian China | Memicu ketegangan diplomatik & militer |
| Status Taiwan | One China Policy, tidak ambil sikap soal kedaulatan | Mengklaim Taiwan sebagai wilayah China | Potensi eskalasi kawasan Indo-Pasifik |
| Kasus Jimmy Lai | Trump ingin Lai dibebaskan | Lai dihukum karena dianggap kolusi asing | Sorotan HAM global, tekanan politik |
| Kasus Pastor Jin Mingri | Trump akan mengangkat penahanan pendeta | China menindak aktivitas agama online ilegal | Isu kebebasan beragama dan regulasi ketat |













