kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Harga Emas Balik Menguat 0,8% Selepas Tengah Hari Ini (30/3), Dolar AS melemah


Senin, 30 Maret 2026 / 14:18 WIB
Harga Emas Balik Menguat 0,8% Selepas Tengah Hari Ini (30/3), Dolar AS melemah
ILUSTRASI. harga emas spot berbalik arah dan menguat 0,8% selepas tengah hari ini (30/3/2026)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas berbalik arah dan menguat karena dolar Amerika Serikat (AS) melemah, tetapi kenaikan dibatasi oleh lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi dan semakin meredupkan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve di tahun ini.

Senin (30/3/2026) pukul 14.00 WIB, harga emas spot menguat 0,8% menjadi US$ 4.528,74 per ons troi setelah turun sekitar 1% di awal sesi. Sejalan, harga kontrak berjangka emas untuk pengiriman April naik 0,7% menjadi US$ 4.556,7 per ons troi.

Sokongan bagi rupiah datang setelah dolar AS melemah, membuat komoditas berdenominasi dolar lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.

"Pergerakan harga emas minggu lalu (ketika mengakhiri penurunan selama tiga minggu) menunjukkan reaksi terhadap perilaku oversold, dan kemungkinan pembalikan penurunan baru-baru ini. Namun, ini perlu dikonfirmasi oleh pergerakan harga minggu ini. Mengingat derasnya arus berita utama, volatilitas paling mudah diprediksi," kata Nicholas Frappell, kepala global pasar institusional di ABC Refinery.

Di sisi lain, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2026 melonjak di atas US$ 115 per barel setelah Houthi Yaman melancarkan serangan terhadap Israel pada akhir pekan, memperluas perang yang sedang berlangsung dan menambah masalah inflasi. 

Baca Juga: Kepala Militer Myanmar Min Aung Hlaing Mundur, Mengincar Jabatan Presiden

Harga Brent untuk kontrak tersebut telah naik 60% sepanjang bulan Maret 2026, kenaikan bulanan yang memecahkan rekor.

Para pedagang melihat sedikit peluang penurunan suku bunga AS tahun ini, karena harga energi yang lebih tinggi mengancam akan memicu inflasi yang lebih luas dan membatasi ruang lingkup pelonggaran moneter. Hal ini berbeda dengan ekspektasi dua kali penurunan suku bunga sebelum konflik dimulai.

Meskipun inflasi biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai, suku bunga yang tinggi menekan permintaan logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil ini.

Pasar kini menunggu pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada acara di Harvard nanti hari ini, serta pernyataan dari Presiden Federal Reserve New York John Williams.

Harga emas telah turun lebih dari 14% sepanjang bulan ini, menandai penurunan bulanan tercuram sejak Oktober 2008, tertekan oleh dolar AS yang telah menguat lebih dari 2% sejak perang AS-Israel di Iran dimulai pada 28 Februari. Namun, harga emas batangan naik sekitar 5% sepanjang kuartal ini.

Baca Juga: Peso Filipina Capai Rekor Terendah Sepanjang Masa, Rupiah Hampir Menyusul!

"Gambaran makro yang lebih besar di balik kinerja yang kurang memuaskan itu adalah pergeseran besar dalam ekspektasi suku bunga... USD telah memanfaatkan hal itu," kata Frappell.

Harga perak spot naik 1,5% menjadi US$ 70,61 per ons. Harga platinum spot juga menguat 3,4% menjadi US$ 1.925,85 dan paladium naik 3% menjadi US$ 1.417,75.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×