Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Ekspor magnet logam tanah jarang (rare earth magnets) China ke Jepang pada Desember 2025 tercatat turun 8% dibandingkan November, di tengah kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan pengiriman menyusul ketegangan diplomatik kedua negara.
Data Administrasi Umum Bea Cukai China yang dirilis Selasa (20/1/2026) menunjukkan, pengiriman magnet logam tanah jarang dari produsen terbesar dunia tersebut ke Jepang mencapai 280 ton pada Desember, turun dari puncak 305 ton pada November 2025.
Baca Juga: Harga Tembaga Bergerak Terbatas Selasa (20/1), Investor Menanti Katalis Baru
Meski melemah secara bulanan, volume ekspor ke Jepang pada Desember justru melonjak 31,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Analis menilai lonjakan tahunan ini disebabkan oleh aksi antisipatif pembeli Jepang yang meningkatkan impor sebelum potensi pembatasan lanjutan dari China.
Namun, ekspor ke Jepang diperkirakan akan turun tajam pada Januari 2026, seiring larangan yang diberlakukan Beijing terhadap ekspor barang-barang dual-use atau yang berpotensi memiliki aplikasi militer ke Jepang.
Larangan tersebut muncul dua bulan setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa Jepang akan merespons secara militer apabila China menyerang Taiwan.
Pernyataan ini memicu kemarahan Beijing, yang mengklaim kedaulatan atas Taiwan—klaim yang ditolak oleh Taiwan.
Baca Juga: Aneh Tapi Nyata! Kota Emas Malaysia Kini Jadi Sentra Durian
Selain Jepang, ekspor magnet logam tanah jarang China ke Amerika Serikat juga menurun.
Pada Desember, pengiriman ke AS turun 3% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 564 ton. Sepanjang 2025, total ekspor ke AS mencapai 5.933 ton, turun 20,3% secara tahunan.
Meski demikian, pengiriman ke AS sempat pulih setelah China sepakat menangguhkan sebagian pembatasan ekspor usai pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump.
Secara keseluruhan, ekspor magnet logam tanah jarang China pada Desember turun 3,2% dibandingkan November menjadi 5.952 ton. Angka tersebut merupakan volume bulanan tertinggi keempat sepanjang 2025.
Baca Juga: Bank of Japan Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga, Yen dan Politik Picu Risiko Inflasi
Untuk keseluruhan tahun 2025, China mengekspor 57.392 ton magnet logam tanah jarang, turun 1,3% dibandingkan tahun sebelumnya.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
