kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Harga Emas Dunia Bertahan di US$ 4.334 Senin (8/6), Meski Data Tenaga Kerja AS Kuat


Selasa, 09 Juni 2026 / 05:28 WIB
Harga Emas Dunia Bertahan di US$ 4.334 Senin (8/6), Meski Data Tenaga Kerja AS Kuat
ILUSTRASI. Harga Emas (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia berhasil memangkas pelemahan dan ditutup stabil pada perdagangan Senin (8/6/2026), setelah muncul harapan tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Iran.

Sentimen tersebut membantu menopang harga emas yang sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan.

Mengutip Reuters, harga emas spot tercatat relatif stabil di level US$ 4.334,22 per ons troi pada pukul 13.42 ET (17.42 GMT), setelah sebelumnya sempat menyentuh posisi terendah sejak 23 Maret 2026.

Baca Juga: Trump Klaim Iran dan Israel Tengah Upayakan Gencatan Senjata Kembali

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup hampir tidak berubah di level US$ 4.363,4 per ons troi.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Israel dan Iran sama-sama menginginkan "gencatan senjata segera" dan proses negosiasi menuju perdamaian tengah berlangsung.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan, kabar mengenai kemungkinan gencatan senjata menjadi faktor utama yang mendorong pemulihan harga emas dari level terendah intraday.

"Kami melihat harga emas bangkit dari titik terendah setelah muncul kabar bahwa kemungkinan akan ada gencatan senjata baru antara Iran dan Israel. Hal itu mengurangi tekanan penurunan harga emas," ujarnya.

Baca Juga: Meski Rugi Membesar, VinFast Genjot Ekspansi EV ke Indonesia, Asia Tenggara & India

Secara historis, emas menjadi aset safe haven yang banyak diburu saat terjadi konflik geopolitik. Namun, prospek perdamaian berpotensi menurunkan risiko inflasi akibat lonjakan harga energi dan mengurangi tekanan terhadap bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi.

Di sisi lain, penguatan harga emas masih tertahan oleh menguatnya dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika yang lebih baik dari perkiraan.

Laporan nonfarm payrolls (NFP) pekan lalu menunjukkan penambahan 172.000 tenaga kerja pada Mei, jauh di atas ekspektasi pasar.

Data tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa Federal Reserve (The Fed) berpotensi kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.

Dolar AS pun bertahan di dekat level tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi emas karena membuat komoditas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Baca Juga: Nvidia Masuk Pasar AI PC dengan RTX Spark, Mampukah Mengubah Masa Depan PC?

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Desember mencapai 43%, meningkat tajam dibandingkan sekitar 14% sebulan lalu.

Investor selanjutnya akan mencermati rilis data inflasi AS melalui Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Rabu (10/6/2026) dan Indeks Harga Produsen (PPI) pada Kamis (11/6/2026) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Sementara itu, Citigroup memangkas target harga emas jangka pendek menjadi US$ 4.000 per ons troi dari sebelumnya US$ 4.300 per ons troi.

Revisi tersebut didasarkan pada ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi akibat ketegangan di Selat Hormuz dan tingginya harga energi global.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,6% menjadi US$ 68,22 per ons troi. Sebaliknya, platinum turun 1,6% ke level US$ 1.747,76 per ons troi dan paladium melemah 1,7% menjadi US$ 1.205,73 per ons troi.




TERBARU

[X]
×