kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Dolar AS Berpotensi Catat Penurunan Mingguan Kedua pada Jumat (30/1/2026)


Jumat, 30 Januari 2026 / 08:21 WIB
Dolar AS Berpotensi Catat Penurunan Mingguan Kedua pada Jumat (30/1/2026)
ILUSTRASI. Dolar AS (REUTERS/Gary Cameron)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan mencatat penurunan mingguan untuk dua pekan berturut-turut pada Jumat (30/1/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global yang menekan minat investor terhadap aset AS.

Tekanan terhadap dolar bertambah setelah Gedung Putih menyatakan Presiden Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang memungkinkan penerapan tarif terhadap negara-negara yang memasok minyak ke Kuba.

Baca Juga: Trump Akan Umumkan Calon Ketua The Fed Jumat Ini, 4 Nama Ini Dijagokan

Kebijakan tersebut menambah daftar ketegangan geopolitik yang sebelumnya telah melibatkan Iran, Venezuela, Greenland, dan Eropa.

Laporan bahwa Trump tengah mempertimbangkan opsi serangan terhadap Iran turut memicu lonjakan harga minyak dan menekan indeks dolar (DXY).

Di sisi lain, sentimen domestik AS sempat mendapat angin segar setelah tercapai kesepakatan di Senat yang berpotensi mencegah penutupan sebagian pemerintahan (partial government shutdown).

“DXY melanjutkan tren pelemahannya, seiring ancaman aksi militer AS terhadap Iran yang menambah tekanan terhadap dolar,” tulis Ekonom Senior Westpac Group, Mantas Vanagas, dalam catatannya.

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik tipis 0,2% ke level 96,35. Namun secara mingguan, indeks tersebut masih melemah sekitar 1,1%.

Baca Juga: Presiden Meksiko Minta Korea Selatan Tambah Konser BTS, Ini Alasannya

Di pasar mata uang utama, euro melemah 0,2% ke posisi US$1,194. Yen Jepang terdepresiasi 0,17% ke level 153,39 per dolar AS, sementara pound sterling turun 0,1% ke US$1,3791.

Dolar AS sempat menyentuh level terendah dalam empat tahun awal pekan ini, setelah Trump terkesan tidak terlalu mengkhawatirkan pelemahan mata uangnya.

Dolar kemudian sedikit pulih usai Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa Washington tetap menganut kebijakan dolar kuat.

Sejumlah sumber menyebutkan Trump tengah menimbang berbagai opsi terhadap Iran, termasuk serangan terbatas terhadap aparat keamanan dan tokoh-tokoh penting guna memicu tekanan domestik di negara tersebut.

Baca Juga: Dunia 2026: Ini 10 Risiko Global Terbesar yang Ancam Kehidupan Manusia

Trump bahkan menggambarkan kehadiran militer AS di kawasan sebagai sebuah “armada” yang bergerak menuju Iran.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×