Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
Pekan lalu, dolar mencatat penurunan mingguan terbesar sejak April tahun lalu, sebagian dipicu kekhawatiran pasar terhadap kebijakan AS terkait Greenland.
Dukungan terbatas datang dari keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga acuannya pada Rabu (29/1).
Ketua The Fed Jerome Powell menilai kondisi ekonomi AS masih solid dengan risiko inflasi dan ketenagakerjaan yang cenderung mereda.
Pelemahan dolar turut memberi ruang bernapas bagi yen Jepang yang sebelumnya tertekan.
Sepanjang pekan ini, yen bergerak di kisaran 152–154 per dolar AS, ditopang spekulasi adanya pengecekan nilai tukar oleh otoritas AS dan Jepang, langkah yang kerap dipandang sebagai sinyal awal intervensi.
Baca Juga: Iran di Posisi 'Jari di Pelatuk', Armada AS Tiba di Timur Tengah
Data pada Jumat menunjukkan inflasi inti di Tokyo naik 2% secara tahunan pada Januari, melambat dibanding bulan sebelumnya namun tetap sejalan dengan target bank sentral Jepang.
Sementara itu, dolar Australia melemah 0,2% ke US$0,7033, sedangkan dolar Selandia Baru (kiwi) turun 0,2% ke US$0,6066.
Di pasar kripto, bitcoin terkoreksi tipis 0,1% ke level US$84.309,27, sementara ether turun 0,3% ke US$2.808,19.













