kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Taiwan Akan Kirim Tim untuk Menilai Cadangan Rare Earth di AS


Kamis, 12 Februari 2026 / 09:48 WIB
Taiwan Akan Kirim Tim untuk Menilai Cadangan Rare Earth di AS
ILUSTRASI. Menteri Ekonomi Taiwan umumkan rencana vital: Tim pejabat akan ke AS nilai cadangan rare earth. Ini langkah strategis kurangi dominasi China. (Tyrone Siu/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Taiwan berencana mengirim tim pejabat ke Amerika Serikat untuk menilai cadangan mineral tanah jarang (rare earth), dengan tujuan agar mineral tersebut nantinya bisa dimurnikan (refining) di Taiwan. Hal ini disampaikan Menteri Ekonomi Taiwan, Kung Ming-hsin, pada Rabu.

Melansir Reuters, langkah ini muncul di tengah upaya pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump untuk memperkuat pasokan domestik mineral kritis. Sebelumnya, China sempat mengguncang pasar global dan pejabat AS dengan membatasi pasokan rare earth yang sangat dibutuhkan oleh industri, termasuk produsen otomotif dan manufaktur.

AS Bentuk Cadangan Strategis Mineral Kritis

Pekan lalu, pemerintahan Trump meluncurkan cadangan strategis mineral kritis AS bernama Project Vault. Program ini didukung dana awal US$ 10 miliar dari U.S. Export-Import Bank serta tambahan US$ 2 miliar dari pendanaan swasta.

Meski Taiwan tidak secara resmi menjadi bagian dari skema tersebut, Taipei sebelumnya telah melakukan pembicaraan dengan Washington mengenai potensi kerja sama, terutama karena kekhawatiran Taiwan terhadap ketergantungan berlebihan pada rantai pasok yang berpusat di China.

China sendiri menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan tekanan serta ancaman militer terhadap pulau tersebut.

Baca Juga: Rupiah Melemah Kamis (12/2) Pagi di Tengah Pergerakan Terbatas Mata Uang Asia

Fokus pada Penilaian dan Pemurnian

Dalam keterangannya di Taipei, Kung mengatakan Badan Survei Geologi dan Manajemen Pertambangan Taiwan akan pergi ke AS untuk menilai jenis dan kelayakan cadangan rare earth di sana.

“Secara spesifik, kami akan melihat jenis unsur tanah jarang yang terkandung dan apakah sesuai dengan kebutuhan kami. Jadi masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut,” ujar Kung.

Karena Taiwan tidak menambang rare earth sendiri, negara tersebut ingin mengambil peran dalam proses pemurnian (refining) mineral yang berasal dari negara lain.

“Dari sisi teknologi tidak ada masalah. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan skala produksi,” tambahnya.

Tonton: Harga Emas Antam Jalan DItempat Hari ini (12 Februari 2026)

Kebutuhan Rare Earth Taiwan Terus Naik

Saat ini, Taiwan mengonsumsi sekitar 1.500 metrik ton rare earth per tahun. Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 2.000 metrik ton seiring pertumbuhan ekonomi.

“Target kami adalah memperluas kapasitas produksi agar bisa memenuhi setidaknya setengah dari kebutuhan domestik, sehingga rantai pasok menjadi lebih kuat,” pungkas Kung.

Selanjutnya: OJK Proyeksi Aset Asuransi Tumbuh 5%-7% pada 2026, Ini Tanggapan Jasindo

Menarik Dibaca: Promo Kimukatsu Buy 1 Free 1 Valentine, Hemat Maksimal Khusus Jomblo sampai Besok




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×