Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Perusahaan petrokimia asal Singapura, Petrochemical Corporation of Singapore (PCS) menyatakan, force majeure atas pengiriman produknya setelah perang di Timur Tengah mengganggu transportasi maritim dan rantai pasok global.
Mengutip laporan Reuters pada Kamis (5/3/2026), keputusan tersebut disampaikan PCS dalam surat kepada pelanggan yang ditinjau Reuters serta dikonfirmasi oleh tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Baca Juga: Anggaran Militer China Naik 7%, Sinyal Tegas di Tengah Rivalitas Global
Dalam surat itu, PCS menyatakan bahwa durasi dan dampak penuh dari kondisi force majeure masih belum pasti.
Force majeure merupakan istilah hukum yang berarti perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban kontraknya akibat keadaan di luar kendali.
Perusahaan tidak merinci produk petrokimia apa saja yang terdampak kebijakan tersebut. Hingga kini, PCS juga belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari Reuters.
Salah satu sumber menyebutkan bahwa PCS kemungkinan masih dapat memenuhi sebagian pengiriman kepada pelanggan.
Namun, volume pasokan akan dibatasi, meskipun operasi pabrik di fasilitas perusahaan masih berjalan.
Baca Juga: Negara Teluk Khawatir Risiko Perang Saudara di Iran
PCS bukan satu-satunya perusahaan petrokimia yang mengambil langkah serupa. Pekan ini, produsen petrokimia Indonesia PT Chandra Asri Pacific Tbk serta perusahaan Korea Selatan Yeochun NCC juga menyatakan force majeure atas sebagian pasokan mereka.
Operator cracker petrokimia di Asia saat ini menghadapi tekanan akibat konflik di Timur Tengah. Pasalnya, sebagian besar bahan baku nafta yang digunakan industri tersebut berasal dari kawasan Teluk.
Nafta sendiri merupakan bahan baku utama dalam produksi petrokimia yang digunakan untuk berbagai produk konsumen, termasuk cat dan plastik.
PCS mengoperasikan dua fasilitas cracker di Jurong Island, Singapura. Berdasarkan informasi di situs perusahaan, fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 1,1 juta metrik ton etilena per tahun.













