Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – BRUSSELS. Negara-negara di kawasan Timur Tengah menyampaikan kekhawatiran kepada pejabat Uni Eropa mengenai potensi terjadinya perang saudara di Iran di tengah meningkatnya konflik antara Teheran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan kekhawatiran tersebut muncul setelah negara-negara kawasan menilai situasi politik dan kepemimpinan di Iran semakin tidak stabil akibat eskalasi konflik.
“Ketika kami berbicara dengan negara-negara di kawasan, mereka juga khawatir akan kemungkinan perang saudara di dalam Iran karena kepemimpinan rezim dan apa yang sedang terjadi di sana,” ujar Kallas pada Kamis (5/3/2026) menjelang konferensi video dengan para menteri luar negeri Uni Eropa serta perwakilan Dewan Kerja Sama Teluk.
Baca Juga: Iran Klaim Serang Kapal Tanker AS di Teluk, Tegaskan Kendali atas Selat Hormuz
Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi di Iran serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah yang lebih luas.
Uni Eropa Dorong Solusi Diplomatik
Uni Eropa menegaskan keinginannya untuk mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Menurut Kallas, konflik bersenjata pada akhirnya harus diselesaikan melalui dialog politik.
“Perang pada akhirnya berakhir melalui diplomasi. Harus ada ruang bagi diplomasi agar kita benar-benar bisa keluar dari siklus eskalasi ini,” kata dia kepada wartawan.
Kekhawatiran terhadap Keamanan Jalur Maritim
Selain risiko konflik domestik di Iran, Uni Eropa juga menyatakan kekhawatiran serius terhadap keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut, khususnya di Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling penting di dunia.
Kallas mengatakan Uni Eropa berupaya memastikan jalur perdagangan dan pengiriman energi tetap terbuka dan aman.
Meski demikian, ia menilai dampak langsung terhadap pasokan energi ke Eropa relatif terbatas dalam jangka pendek karena Uni Eropa tidak terlalu bergantung pada minyak dari negara-negara Teluk.
Ketegangan AS–Spanyol Memanas
Di sisi lain, konflik yang melibatkan Iran juga memicu ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Spanyol.
Baca Juga: Kremlin Sebut Iran Belum Meminta Pasokan Senjata dari Rusia
Washington mengancam akan memangkas hubungan perdagangan dengan Madrid setelah pemerintah Spanyol menolak memberikan izin bagi pesawat militer AS menggunakan pangkalan laut dan udara yang dioperasikan bersama di wilayah selatan Spanyol untuk mendukung operasi militer terhadap Iran.
Pemerintah Spanyol mengecam serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, dengan menyebutnya sebagai tindakan ceroboh dan melanggar hukum internasional.
Gedung Putih sebelumnya menyatakan bahwa Spanyol telah sepakat untuk bekerja sama, namun klaim tersebut dibantah oleh pemerintah di Madrid.
Menanggapi ketegangan tersebut, Kallas berharap Washington tetap menghormati perjanjian perdagangan yang disepakati tahun lalu dan berlaku bagi seluruh negara anggota Uni Eropa.













