kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Harga Nikel Menguat Usai Indonesia Pangkas Kuota Tambang Terbesar Dunia


Kamis, 12 Februari 2026 / 10:40 WIB
Diperbarui Kamis, 12 Februari 2026 / 10:43 WIB
Harga Nikel Menguat Usai Indonesia Pangkas Kuota Tambang Terbesar Dunia
ILUSTRASI. Pemangkasan produksi nikel 2026 (ANTARA FOTO/Andry Denisah)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga nikel menguat pada Kamis (12/2/2026) setelah Indonesia memangkas tajam kuota produksi tahun ini untuk PT Weda Bay Nickel, tambang nikel terbesar di dunia untuk mineral kritis tersebut.

Melansir Reuters, kontrak nikel paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) melonjak 2,49% ke 140.570 yuan (US$20.366,86) per ton pada pukul 02.50 GMT, setelah sempat naik hingga 3,14% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Baca Juga: Elon Musk Gagas Pembangunan Pabrik Satelit AI di Bulan, Siap Bersaing dengan Bezos

Sementara itu, kontrak acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,70% menjadi US$17.990 per ton, melanjutkan kenaikan 2,23% pada Rabu.

Perusahaan tambang asal Prancis, Eramet, pada Rabu menyatakan bahwa tambang di Indonesia tersebut memperoleh kuota awal sebesar 12 juta wet metric ton (wmt) untuk 2026, turun signifikan dari 32 juta wmt pada 2025.

Eramet mengatakan akan segera mengajukan revisi agar kuota dapat dinaikkan.

Tambang Weda Bay merupakan usaha patungan antara Eramet, raksasa nikel dan baja tahan karat China Tsingshan, serta PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang didukung pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Peringatan Keras China: Kekuatan Separatis Taiwan Akan Ditindak Tegas

Pemangkasan ini terjadi setelah media lokal melaporkan bahwa pemerintah Indonesia sejauh ini telah menyetujui total kuota produksi nikel sekitar 260 juta hingga 270 juta ton untuk 2026.

“Kabar ini telah mendongkrak sentimen pasar, dan harga diperkirakan tetap mendapat dukungan dalam jangka pendek,” ujar Natalie Scott-Gray, analis senior logam di StoneX, dalam sebuah catatan.

Namun, ia mengingatkan bahwa Indonesia secara historis berupaya mencegah harga nikel bertahan di atas US$18.000 per ton dalam waktu lama, karena harga yang terlalu tinggi berisiko mengganggu daya saing sektor kendaraan listrik (EV) domestik.

Selain nikel, harga tembaga juga menguat pada Kamis, didukung oleh pelemahan dolar AS yang membuat komoditas berdenominasi dolar lebih terjangkau bagi investor pemegang mata uang lain.

Baca Juga: Taiwan Gandeng Shield AI Kembangkan Sistem Nirawak Cerdas untuk Hadapi Ancaman China

Kontrak tembaga paling aktif di SHFE naik 0,45% menjadi 102.390 yuan per ton, sementara kontrak tiga bulan di LME bertambah 0,42% ke US$13.221,50 per ton.

Di SHFE, aluminium menjadi satu-satunya logam dasar yang melemah tipis 0,08%. Seng naik 0,41%, timbal menguat 0,06%, dan timah melonjak 0,84%.

Di LME, aluminium naik 0,50%, seng bertambah 0,68%, timah menguat 0,70%, sedangkan timbal stagnan.

Selanjutnya: Elon Musk Gagas Pembangunan Pabrik Satelit AI di Bulan, Siap Bersaing dengan Bezos

Menarik Dibaca: Promo Sport Station Kejutan Imlek: Diskon hingga 40% & Voucher Tambahan




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×