kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

BYD dan Geely Incar Pabrik Nissan–Mercedes di Meksiko


Kamis, 12 Februari 2026 / 18:23 WIB
BYD dan Geely Incar Pabrik Nissan–Mercedes di Meksiko
ILUSTRASI. MPV listrik BYD M6 (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Dua produsen otomotif terbesar China, BYD dan Geely, masuk dalam daftar finalis untuk mengakuisisi pabrik Nissan–Mercedes di Aguascalientes, Meksiko.

Langkah ini dinilai sebagai upaya Beijing memperkuat pijakan manufaktur di tengah tekanan tarif Amerika Serikat terhadap industri otomotif Meksiko.

Menurut sumber yang mengetahui proses tersebut Kamis (12/2/2026), sembilan perusahaan menyatakan minat untuk membeli pabrik tersebut.

Baca Juga: Kepemimpinan Tak Lazim: Penemu Bangkai Titanic Tembus Batas Eksplorasi & Pendidikan

Selain BYD dan Geely, produsen China lain seperti Chery dan Great Wall Motor juga ikut dalam penjajakan awal. Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, disebut sebagai finalis lainnya.

Minat dari produsen China ini berpotensi mengubah lanskap industri otomotif Meksiko yang selama puluhan tahun didominasi pabrikan AS, Eropa, dan Jepang, terutama untuk produksi kendaraan tujuan ekspor ke Amerika Serikat (AS).

Dilema Meksiko

Pemerintah Meksiko kini berada dalam posisi sulit. Tarif 25% yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap mobil buatan Meksiko telah menekan sektor otomotif dan memicu penutupan pabrik serta PHK massal.

Baca Juga: Inpex Memperkirakan Kekurangan Pasokan LNG di Asia pada 2035

Di satu sisi, investasi China dapat menciptakan lapangan kerja baru. Namun di sisi lain, Meksiko khawatir langkah tersebut dapat memicu ketegangan dengan Washington dan mengganggu negosiasi perjanjian perdagangan Amerika Utara tahun ini.

Gedung Putih menegaskan hambatan perdagangan terhadap China didorong kekhawatiran keamanan nasional dan kelebihan kapasitas industri China yang disubsidi negara.

Industri Otomotif Meksiko Tertekan

Industri otomotif Meksiko sangat bergantung pada pasar AS. Pada 2024, sekitar 2,8 juta dari total 4 juta kendaraan yang diproduksi di Meksiko diekspor ke AS.

Namun sejak tarif diberlakukan Maret lalu, ekspor kendaraan ke AS turun hampir 3% pada 2025. Data pemerintah menunjukkan sekitar 60.000 pekerjaan sektor otomotif hilang tahun lalu.

Baca Juga: Pasokan Minyak Mentah Saudi ke China pada Maret Diperkirakan Naik ke Level Tertinggi

Pabrik Nissan–Mercedes di Aguascalientes menjadi salah satu korban tekanan tersebut.

Mercedes memindahkan produksi model GLB ke Hungaria, sementara Nissan menghentikan model Infiniti QX50 dan QX55 yang penjualannya lemah, sebagai bagian dari restrukturisasi global.

China Perluas Ekspansi Global

Ekspansi ke Meksiko mencerminkan pertumbuhan agresif industri otomotif China. Penjualan BYD melonjak 10 kali lipat sejak 2020, sementara Geely mencatat penjualan lebih dari 4 juta unit tahun lalu setara dengan Ford.

Meksiko sendiri menjadi pasar penting bagi merek China, yang pangsa pasarnya naik dari nol pada 2020 menjadi sekitar 10% tahun lalu. Total penjualan mobil di Meksiko mencapai sekitar 1,5 juta unit per tahun.

Baca Juga: IEA Pangkas Proyeksi Permintaan Minyak 2026, Pasar Terancam Surplus 3,7 Juta Barel

Pabrik Aguascalientes memiliki kapasitas produksi hingga 230.000 unit per tahun, lengkap dengan tenaga kerja terampil dan infrastruktur logistik yang siap pakai menjadikannya aset strategis bagi produsen yang ingin menembus pasar Amerika Latin.

Meski Meksiko tak bisa memblokir penjualan pabrik, pejabat ekonomi dilaporkan mendorong pemerintah daerah untuk menunda investasi China hingga negosiasi dagang dengan AS selesai.

Namun, pengamat bisnis menilai hampir semua negara bagian di Meksiko terbuka terhadap investasi China karena potensi penciptaan lapangan kerja dan penguatan manufaktur lokal.

Selanjutnya: Wamenhaj Minta Posisi BPKH Dipertegas di Bawah Kemenenterian Haji dan Umrah

Menarik Dibaca: Anti Pucat! Ini 4 Warna Lipstik yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×