kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.857   55,00   0,33%
  • IDX 8.255   -35,86   -0,43%
  • KOMPAS100 1.167   -4,84   -0,41%
  • LQ45 838   -3,80   -0,45%
  • ISSI 296   -0,13   -0,05%
  • IDX30 436   -0,10   -0,02%
  • IDXHIDIV20 522   1,54   0,30%
  • IDX80 130   -0,55   -0,42%
  • IDXV30 144   1,07   0,75%
  • IDXQ30 141   0,04   0,03%

Elon Musk Gagas Pembangunan Pabrik Satelit AI di Bulan, Siap Bersaing dengan Bezos


Kamis, 12 Februari 2026 / 10:35 WIB
Elon Musk Gagas Pembangunan Pabrik Satelit AI di Bulan, Siap Bersaing dengan Bezos
ILUSTRASI. Elon Musk (Dok. Reuters/Reuters). Elon Musk mengungkapkan ambisi barunya untuk membangun pabrik satelit berbasis kecerdasan buatan (AI) di Bulan.


Sumber: Yahoo News,New York Times | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Elon Musk mengungkapkan ambisi barunya untuk membangun pabrik satelit berbasis kecerdasan buatan (AI) di Bulan. Gagasan itu disampaikan langsung kepada karyawan xAI, perusahaan AI miliknya, dalam pertemuan internal yang digelar pekan ini.

Dalam pemaparannya, Musk menyebut xAI membutuhkan fasilitas manufaktur di Bulan untuk membangun satelit AI berskala besar, lengkap dengan sistem peluncuran berupa mass driver atau katapel raksasa. 

Infrastruktur tersebut dirancang untuk melontarkan satelit ke luar angkasa guna menopang kebutuhan komputasi AI.

“Anda harus pergi ke Bulan,” ujar Musk singkat, menegaskan keyakinannya bahwa lokasi tersebut memungkinkan xAI memperoleh daya dan skala komputasi yang tak tertandingi perusahaan lain.

Baca Juga: Elon Musk Fokus Bangun “Kota Mandiri” di Bulan dalam Kurun Waktu Kurang dari 10 Tahun

Menurut Musk, pengembangan AI dengan kapasitas sebesar itu akan membuka kemungkinan baru yang sulit dibayangkan saat ini. Ia mengakui belum memaparkan detail teknis bagaimana fasilitas tersebut akan dibangun.

Rencana ini sejalan dengan langkah Musk yang sebelumnya mengumumkan penggabungan xAI dengan SpaceX. Integrasi tersebut ditujukan untuk mempercepat pengembangan pusat data AI di luar angkasa, sekaligus memperluas visi SpaceX ke proyek-proyek berbasis Bulan. 

Langkah ini muncul di tengah persiapan SpaceX menuju penawaran saham perdana (IPO), yang disebut-sebut bisa berlangsung secepatnya pada pertengahan tahun.

Baca Juga: Forbes: Elon Musk Jadi Orang Pertama dengan Kekayaan Capai US$500 Miliar

Di sisi lain, Musk juga menanggapi persaingan eksplorasi Bulan dengan Blue Origin milik Jeff Bezos. Ia menyatakan tidak keberatan jika perusahaan Bezos lebih dulu mencapai permukaan Bulan. 

“Saya akan menjadi orang pertama yang memberi selamat,” katanya.

Namun, Musk menegaskan bahwa tujuan jangka panjang SpaceX bukan sekadar pendaratan awal. Fokus utamanya adalah kemampuan mengirim “jutaan ton peralatan dan manusia” untuk membangun kota mandiri di Bulan. 

Untuk sementara, SpaceX memilih memprioritaskan misi Bulan dibandingkan Mars, dengan frekuensi peluncuran yang lebih tinggi.

Dalam unggahan terpisah di platform X, Musk juga mengklaim SpaceX tengah membangun sistem yang memungkinkan masyarakat umum bepergian ke Bulan. “Ini akan sangat keren,” tulisnya.

Baca Juga: Tesla Akan Bangun Pabrik Chip AI Raksasa, Elon Musk: Mungkin Bersama Intel

Dari sisi bisnis, Musk mengungkapkan kontribusi NASA terhadap pendapatan SpaceX pada 2026 diperkirakan hanya sekitar 5%. Mayoritas pendapatan SpaceX berasal dari layanan internet satelit Starlink. 

Pada 2025, SpaceX dilaporkan membukukan pendapatan hampir US$16 miliar dengan laba sekitar US$8 miliar, di mana Starlink menyumbang 50% hingga 80% dari total pendapatan tersebut.

Selanjutnya: Primaya Hospital Tangerang Perkuat Layanan Premium Lewat Poliklinik Eksekutif

Menarik Dibaca: Promo Sport Station Kejutan Imlek: Diskon hingga 40% & Voucher Tambahan




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×