Sumber: Forbes | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Reli pasar saham Hong Kong sepanjang 2025 mengerek kekayaan para taipan ke level tertinggi sepanjang sejarah.
Didukung gelombang IPO dan pemulihan bertahap sektor properti, indeks Hang Seng melesat hampir 30%. Dampaknya, total kekayaan 50 orang terkaya Hong Kong pada 2026 melonjak menjadi US$ 366 miliar, dari US$ 301 miliar setahun sebelumnya.
Sebanyak 36 orang dalam daftar mencatat kenaikan harta. Li Ka-shing tetap bertahan sebagai orang terkaya Hong Kong setelah menambah kekayaan US$7,8 miliar, kenaikan terbesar tahun ini, hingga mencapai US$45,1 miliar.
Kinerja saham CK Hutchison Holdings yang naik lebih dari 60% setahun terakhir menjadi penopang utama. Namun, rencana penjualan saham di 43 pelabuhan di 23 negara ke konsorsium pimpinan BlackRock masih tertunda karena pengawasan Beijing.
Baca Juga: Bursa Hong Kong Melonjak Jumat (2/1), Hang Seng Tembus Level Tertinggi 1,5 Bulan
“Transaksi masih menghadapi ketidakpastian,” menyusul pembatalan dua kontrak pelabuhan oleh Mahkamah Agung Panama pada Januari lalu.
Di posisi kedua, saudara Peter dan Martin Lee, wakil ketua Henderson Land Development, debut dengan kekayaan gabungan US$34,9 miliar bersama keluarga. Kekayaan itu diwarisi dari ayah mereka, Lee Shau Kee, yang wafat Maret lalu.
Saham Henderson Land melesat lebih dari 40% seiring pengembangan proyek baru, termasuk Central Yards senilai US$8,1 miliar yang dijadwalkan dibuka bertahap mulai 2027.
Peringkat ketiga ditempati Henry Cheng. Meski unit propertinya, New World Development, menghadapi isu utang dan potensi pelepasan saham oleh pemegang kendali, kekayaannya tetap naik US$6,6 miliar menjadi US$26,1 miliar.
Baca Juga: Enam Perusahaan China Debut IPO di Hong Kong, Raup US$900 Juta Tutup Tahun Cemerlang
Lonjakan harga emas mendorong saham Chow Tai Fook Jewellery Group hampir dua kali lipat. “Bisnis perhiasan menjadi penopang utama,” tulis laporan tersebut.
Kenaikan tajam juga dialami keluarga Keswick. Kekayaan mereka melonjak hampir 90% menjadi US$4,6 miliar, terdorong aksi korporasi Jardine Matheson Holdings, termasuk pengambilalihan penuh Mandarin Oriental International.
Pendatang baru tahun ini adalah keluarga Sohmen-Pao, ahli waris taipan pelayaran Helmut Sohmen yang wafat Oktober lalu. Mereka masuk daftar dengan kekayaan US$5,7 miliar.
Baca Juga: Tragedi Kebakaran Apartemen di Hong Kong: 146 Tewas, Pencarian Korban Masih Berlanjut
Sementara itu, Allan Wong, Ketua dan CEO VTech Holdings, kembali ke daftar setelah sempat absen setahun. Saham VTech naik 15% meski penjualan semesterannya turun, seiring meredanya kekhawatiran tarif AS.
Sebaliknya, taipan properti Vincent Lo terdepak karena ambang batas kekayaan minimum untuk masuk daftar naik ke rekor US$1,6 miliar, dari US$1,4 miliar tahun lalu.
Selanjutnya: Siemens Naikkan Prospek Laba 2026, Ditopang Lonjakan Permintaan Pusat Data AI
Menarik Dibaca: Anti Pucat! Ini 4 Warna Lipstik yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat
- Hang Seng
- Li Ka-shing
- Henderson Land Development
- ekonomi Hong Kong
- New World Development
- Pasar Saham Asia
- Indeks Hang Seng
- Kekayaan Miliarder
- IPO Hong Kong
- Saham Hong Kong
- Orang Terkaya Hong Kong
- Taipan Hong Kong
- Chow Tai Fook Jewellery Group
- Jardine Matheson Holdings
- Sektor Properti Hong Kong
- Investasi Hong Kong













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)