kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.859   16,00   0,09%
  • IDX 8.220   -45,65   -0,55%
  • KOMPAS100 1.159   -8,55   -0,73%
  • LQ45 833   -6,49   -0,77%
  • ISSI 295   -1,24   -0,42%
  • IDX30 434   -1,96   -0,45%
  • IDXHIDIV20 519   -2,38   -0,46%
  • IDX80 130   -1,02   -0,78%
  • IDXV30 143   -0,11   -0,08%
  • IDXQ30 140   -0,82   -0,58%

AS Tunda Sejumlah Pembatasan Teknologi terhadap China Jelang Pertemuan Trump–Xi


Kamis, 12 Februari 2026 / 18:31 WIB
AS Tunda Sejumlah Pembatasan Teknologi terhadap China Jelang Pertemuan Trump–Xi
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela-sela KTT APEC, di Busan (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintahan Presiden Donald Trump menunda sejumlah kebijakan pembatasan teknologi terhadap China menjelang pertemuan puncak antara Trump dan Presiden Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang.

Menurut sumber yang mengetahui kebijakan tersebut Kamis (12/2/2026), langkah yang ditunda antara lain larangan operasi China Telecom di AS, pembatasan penjualan peralatan China untuk pusat data (data center) AS, serta rencana pelarangan penjualan domestik router buatan TP-Link.

Selain itu, pemerintah AS juga menahan aturan yang berpotensi melarang penjualan truk dan bus listrik asal China di pasar Amerika.

Baca Juga: BYD dan Geely Incar Pabrik Nissan–Mercedes di Meksiko

Keputusan ini belum pernah dilaporkan sebelumnya dan disebut sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan setelah gencatan perang dagang yang disepakati Trump dan Xi pada Oktober lalu.

Dalam kesepakatan tersebut, China juga berjanji menunda pembatasan ekspor mineral tanah jarang (rare earth) yang krusial bagi industri teknologi global.

Upaya Stabilisasi atau Risiko Keamanan?

Departemen Perdagangan AS menyatakan tetap aktif menggunakan kewenangannya untuk menangani risiko keamanan nasional dari teknologi asing.

Namun, para pengkritik menilai langkah penundaan ini bisa membuka celah keamanan di tengah lonjakan pembangunan pusat data untuk memenuhi permintaan kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Kepemimpinan Tak Lazim: Penemu Bangkai Titanic Tembus Batas Eksplorasi & Pendidikan

Matt Pottinger, mantan Wakil Penasihat Keamanan Nasional pada masa jabatan pertama Trump, mengatakan kebijakan ini berisiko memberi Beijing “leverage baru” atas ekonomi AS, terutama dalam infrastruktur telekomunikasi, pusat data, AI, dan kendaraan listrik.

Sementara itu, Kedutaan Besar China menyatakan menentang politisasi isu perdagangan dan teknologi, serta berharap 2026 menjadi tahun hubungan yang lebih stabil dan saling menguntungkan.

Faktor Rare Earth dan Negosiasi Dagang

Sejumlah analis menilai langkah Washington masuk akal dalam konteks stabilisasi hubungan dagang.

Baca Juga: Pasokan Minyak Mentah Saudi ke China pada Maret Diperkirakan Naik ke Level Tertinggi

Wendy Cutler dari Asia Society Policy Institute mengatakan China secara tegas mengaitkan stabilisasi hubungan dengan penghentian kontrol ekspor dan pembatasan teknologi tambahan.

China sendiri memiliki posisi tawar kuat lewat dominasi pasokan mineral tanah jarang, yang vital bagi industri semikonduktor, baterai, dan teknologi pertahanan.

Data Center dan Infrastruktur Digital Jadi Sorotan

Seluruh kebijakan yang kini ditunda awalnya dirancang untuk mencegah Beijing mengakses data sensitif warga AS atau menanamkan posisi strategis dalam infrastruktur digital Amerika.

Baca Juga: Pengacara Tuding Market Maker Mainkan Saham untuk Kepentingan Pribadi

Kapasitas pusat data AS diproyeksikan tumbuh hampir 120% hingga 2030, menurut firma properti global Jones Lang LaSalle. Hal ini membuat isu keamanan perangkat keras dan jaringan semakin krusial.

TP-Link Systems Inc., perusahaan berbasis California yang dipisahkan dari induk China pada 2024 menegaskan, pihaknya merupakan perusahaan independen dengan manajemen dan pengelolaan data berbasis di AS.

Perusahaan menyatakan telah bekerja sama penuh dengan Departemen Perdagangan untuk menjawab kekhawatiran keamanan.

Dinamika Internal Pemerintah AS

Sejumlah sumber menyebut bahwa setelah kesepakatan dagang Oktober, pimpinan Departemen Perdagangan mengarahkan fokus pengawasan teknologi asing lebih banyak ke Iran dan Rusia.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Investor Menimbang Ketegangan AS-Iran

Pejabat yang sebelumnya memimpin kantor pengawasan ancaman teknologi asing juga telah diganti bulan lalu.

Meski demikian, sejumlah pihak memperkirakan kebijakan yang ditunda ini bisa dihidupkan kembali apabila hubungan kedua negara kembali memanas pasca pertemuan April mendatang.

Selanjutnya: Sebanyak 390 Ribu Pelanggan Manfaatkan Program Elektrifikasi Sektor Primer PLN

Menarik Dibaca: Anti Pucat! Ini 4 Warna Lipstik yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×