Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Australia dan Kanada menandatangani sejumlah kesepakatan baru di sektor mineral kritis yang juga terkait dengan aliansi mineral Kelompok Tujuh (G-7). Langkah ini menjadi bagian dari upaya negara-negara Barat untuk mengurangi ketergantungan pada China dalam rantai pasok mineral strategis global.
Reuters (5/3) melaporkan, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan, kerja sama tersebut bertujuan memperkuat koordinasi negara-negara demokrasi dalam mengamankan pasokan mineral penting bagi industri teknologi dan pertahanan.
Kesepakatan ini muncul di tengah kekhawatiran Barat atas dominasi China dalam produksi dan pemrosesan mineral kritis seperti lithium, gallium, dan antimon yang menjadi bahan penting bagi semikonduktor dan baterai kendaraan listrik.
Kanada dan Australia sendiri merupakan produsen utama komoditas tambang dunia. Secara bersama-sama, kedua negara menghasilkan sekitar sepertiga lithium dan uranium global serta lebih dari 40% produksi bijih besi dunia.
Baca Juga: Peluang Kerja Australia Melonjak! Ini Sektor Paling Bersinar
Pemerintah Kanada menilai solusi untuk mengatasi konsentrasi pasokan mineral tidak cukup hanya melalui mekanisme harga. Pendekatan yang lebih realistis adalah membangun aliansi produksi atau “klub pembeli” antarnegara produsen dan konsumen.
Di sisi lain, Australia juga telah menyiapkan dana sekitar A$ 1,2 miliar untuk membangun cadangan mineral kritis nasional, dimulai dari antimon dan gallium.
Selain sektor mineral, kedua negara juga berencana memperdalam kerja sama di bidang pertahanan, keamanan maritim, perdagangan, hingga kecerdasan buatan di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik global.
Baca Juga: Bursa Australia Menutup Februari dengan Performa Terbaik Sejak 2019













