Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Proyek tambang skandium Sunrise di Australia, yang didukung miliarder pertambangan Richard Friedland, diperkirakan akan menjadi pemasok bagi cadangan strategis mineral kritis Amerika Serikat (AS) senilai US$12 miliar, kata CEO Sunrise Energy Metals, Sam Riggall, kepada Reuters, Selasa (4/2/2026).
Presiden AS Donald Trump pada Senin mengumumkan rencana pembentukan cadangan strategis mineral kritis dengan pendanaan awal US$10 miliar dari U.S. Export-Import Bank (EXIM). Tambahan US$2 miliar akan berasal dari modal swasta.
Baca Juga: Siapa Saja Kandidat Kuat Perdana Menteri Thailand Berikutnya?
Pendanaan tersebut bertujuan mengamankan rantai pasok mineral kritis Barat, yang penting bagi industri material berteknologi tinggi, kedirgantaraan, dan pertahanan sektor-sektor yang selama ini rentan terhadap gangguan pasokan akibat dominasi produksi oleh China.
Friedland, yang menjabat sebagai salah satu ketua Sunrise Energy Metals, menghadiri pertemuan di Oval Office sebagai perwakilan produsen mineral kritis.
Ia hadir bersama CEO General Motors Mary Barra, yang mewakili pihak pengguna mineral.
Riggall mengatakan, dalam enam bulan terakhir Sunrise telah mengamankan pendanaan yang cukup untuk memulai pekerjaan awal konstruksi proyek.
Baca Juga: Ringgit Perkasa Terhadap Dolar AS dan Mata Uang ASEAN, Ini Pemicunya
Pada September lalu, perusahaan juga memperoleh letter of interest senilai US$67 juta dari U.S. EXIM Bank.
“Kami memperkirakan akan menjadi bagian dari cadangan strategis tersebut,” ujar Riggall. Ia menambahkan, dukungan EXIM Bank AS telah meningkatkan kepercayaan investor pasar modal terhadap proyek Sunrise.
Tambang Syerston di negara bagian New South Wales diproyeksikan memiliki kapasitas awal 60 ton skandium oksida per tahun dan ditargetkan mulai berproduksi pada paruh pertama 2028. Studi ekspansi kapasitas saat ini juga tengah dilakukan.
Skandium digunakan sebagai bahan paduan untuk memperkuat logam seperti aluminium, yang banyak dimanfaatkan di sektor dirgantara, pertahanan, dan otomotif.
Baca Juga: Surat Utang AS: Jepang Memimpin, Eropa Borong, BRICS Justru Jual
Australia sebelumnya juga telah menyatakan rencana membangun cadangan mineral kritis nasional. Riggall, yang berbicara dari Washington, memperkirakan semakin banyak negara dan kawasan akan mengambil langkah serupa.
“Pasti akan ada banyak cadangan mineral strategis di berbagai belahan dunia,” ujarnya.
Saat ini, China, Jepang, dan Korea Selatan telah memiliki cadangan mineral kritis, dengan beberapa di antaranya berencana melakukan ekspansi.
Uni Eropa juga menyatakan akan meluncurkan program penimbunan mineral kritis pada tahun ini.













