kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Bank Negara Teluk Bisa Kehilangan Dana Simpanan US$ 307 Miliar Jika Perang Berlanjut


Selasa, 17 Maret 2026 / 21:19 WIB
Bank Negara Teluk Bisa Kehilangan Dana Simpanan US$ 307 Miliar Jika Perang Berlanjut
ILUSTRASI. Kota Dubai UEA (REUTERS/Amr Alfiky)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Bank-bank di kawasan Teluk menghadapi risiko keluar dana domestik hingga US$ 307 miliar jika konflik di Timur Tengah semakin memburuk, menurut laporan dari S&P Global Ratings.

Meski begitu, laporan S&P menyebutkan saat ini belum ada tanda-tanda besar penarikan dana asing atau lokal dari bank-bank Teluk, yang terbukti tetap tangguh sejak perang meletus bulan lalu.

Namun, konflik berkepanjangan bisa memicu flight to quality, yaitu perpindahan dana dari satu bank ke bank lain dalam sistem yang sama, serta kemungkinan keluarnya dana dari sumber eksternal maupun lokal.

Baca Juga: Setelah Anthropic, Pentagon Pilih OpenAI untuk Proyek AI Rahasia

Skenario dasar S&P mengasumsikan fase paling intens dari perang antara AS dan Israel melawan Iran berlangsung dua hingga empat minggu, meski dampak dan insiden keamanan bisa berlangsung lebih lama.

Perang yang kini memasuki minggu ketiga telah mengguncang pasar energi dan transportasi global. Konflik ini juga menargetkan beberapa negara Teluk, termasuk serangan terhadap Dubai. Hal ini membuat beberapa bank internasional menutup sebagian besar layanan untuk nasabah di Uni Emirat Arab setelah IRGC Iran mengancam serangan terhadap pusat ekonomi dan bank yang terkait AS dan Israel.

Bank-bank menegaskan layanan nasabah tetap berjalan melalui saluran digital, meski sempat terjadi gangguan infrastruktur digital. Contohnya, Amazon Web Services melaporkan serangan drone pada 3 fasilitasnya di UEA dan Bahrain, yang sempat mengganggu layanan cloud dan akses rekening bank secara online. 

Beberapa bank telah menyiapkan data center cadangan di luar kawasan, yang membantu membatasi dampak serangan ini.

Dalam skenario hipotetis, S&P memperkirakan bank-bank GCC bisa kehilangan dana domestik hingga US$ 307 miliar, berdasarkan data akhir 2025. Saat ini, bank-bank memegang sekitar US$ 312 miliar dalam bentuk kas atau di bank sentral, dengan cadangan tambahan US$ 630 miliar jika menjual sebagian portofolio investasi dengan pengurangan 20%.

Baca Juga: Minyak Timur Tengah Jadi yang Termahal di Dunia, Perang Picu Kelangkaan

S&P menilai secara keseluruhan risiko ini masih dapat dikelola, karena empat dari enam negara GCC dianggap sangat mendukung sistem perbankannya, dan regulator regional meningkatkan pengawasan sejak konflik dimulai.

Meski demikian, bank ritel di Bahrain terlihat lebih rentan karena meningkatnya utang luar negeri. Bank sentral UEA, melalui Gubernur Khaled Mohamed Balama, meyakinkan pasar bahwa sektor perbankan tetap beroperasi normal.

Bank-bank UEA justru mendapatkan dorongan dari meningkatnya permintaan kredit, karena pemerintah regional menanamkan miliaran dolar ke sektor pariwisata dan infrastruktur. Total aset naik 17,1% menjadi 5,34 triliun dirham(sekitar US$ 1,45 triliun) pada 2025, dengan portofolio pinjaman meningkat hampir 18% dan simpanan tumbuh sekitar 16%.

S&P memperingatkan bahwa dampak penuh terhadap kredit akan butuh waktu untuk terlihat, terutama pada sektor logistik, transportasi, pariwisata, properti, ritel, dan perhotelan.

Dalam skenario stres tinggi, jika terjadi kenaikan 50% pada kredit bermasalah (NPL) atau rasio NPL mencapai 7% dari total pinjaman, kerugian kumulatif 45 bank teratas di kawasan bisa mencapai $37 miliar.

Meski begitu, bank-bank GCC memasuki periode stres dari posisi yang relatif kuat, mirip dengan saat guncangan COVID-19 2020, dan S&P memperkirakan regulator akan mengambil langkah serupa jika kondisi memburuk.

Saham bank UEA terdampak cukup besar akibat perang, dengan penurunan dua digit di semua bank besar.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×