kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Hong Kong Waspadai Guncangan Harga Minyak akibat Perang Timur Tengah


Selasa, 17 Maret 2026 / 10:52 WIB
Hong Kong Waspadai Guncangan Harga Minyak akibat Perang Timur Tengah
ILUSTRASI. Pesawat Cathay Pacific (KONTAN/S.S. Kurniawan)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemimpin John Lee menyatakan, kekhawatiran atas lonjakan harga minyak akibat perang AS-Israel melawan Iran, yang dinilai akan memicu guncangan dan volatilitas di Hong Kong serta kawasan Asia.

Dalam konferensi pers pada Selasa (17/3/2026), Lee mengatakan konflik tersebut telah mengganggu pasokan minyak global, sehingga berpotensi meningkatkan ketidakpastian di pasar energi dan keuangan.

“Ada risiko karena konflik ini menciptakan gangguan terhadap pasokan minyak,” ujarnya.

Baca Juga: Minyak Timur Tengah Jadi yang Termahal di Dunia, Pasokan Terdampak Perang Iran

Ia menambahkan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan harga dan berupaya memitigasi dampak yang muncul.

Pemerintah Hong Kong juga berupaya menjaga stabilitas pasokan energi serta meningkatkan transparansi informasi terkait distribusi dan harga energi.

Selain itu, otoritas telah berkomunikasi dengan maskapai penerbangan dan akan bertemu dengan pemasok bahan bakar untuk memastikan mereka menjalankan tanggung jawab sosial dalam menjaga pasokan.

Lonjakan harga minyak mulai berdampak pada sektor penerbangan global. Biaya bahan bakar jet meningkat, mendorong sejumlah maskapai menaikkan tarif tambahan bahan bakar (fuel surcharge) dan bahkan mengurangi frekuensi penerbangan.

Maskapai nasional Hong Kong Cathay Pacific Airways memperpanjang penghentian sementara seluruh penerbangan dari Hong Kong ke Dubai, Uni Emirat Arab, dan Riyadh, Arab Saudi, hingga 31 Maret.

Baca Juga: Intelijen AS Ingatkan Trump Risiko Iran Serang Negara Teluk

Meski demikian, Lee menilai konflik di Timur Tengah juga membuka peluang bagi Hong Kong.

Menurutnya, ketidakpastian global justru dapat mendorong investor dan pelaku usaha mencari lokasi investasi yang aman dan terdiversifikasi.

“Investor dan bisnis yang mencari diversifikasi sekaligus keamanan investasi akan melihat Hong Kong,” katanya.


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×