Sumber: Bernama | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Nilai tukar ringgit ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat, mata uang utama dunia, serta mata uang negara-negara ASEAN pada Selasa. Penguatan ini didorong oleh optimisme yang berlanjut terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Malaysia.
Melansir Bernama, pada pukul 18.00 waktu setempat, ringgit menguat ke level 3,9295/3,9360 per dolar AS, dibandingkan penutupan terakhir pada Jumat di level 3,9440/3,9500. Perdagangan kembali dibuka setelah libur Thaipusam dan Hari Wilayah Persekutuan pada Senin.
Mata uang lokal kembali melanjutkan tren penguatan setelah sempat melemah singkat pada Kamis dan Jumat pekan lalu, seiring Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya.
Pada Senin, S&P Global melaporkan indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur utama Malaysia naik ke level tertinggi dalam 20 bulan, yakni 50,2 pada Januari 2026, dari 50,1 pada Desember 2025. Ini menandai tiga bulan berturut-turut perbaikan kondisi sektor manufaktur.
Kepala ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, Dr Mohd Afzanizam Abdul Rashid, menilai kenaikan PMI tersebut menunjukkan pelaku usaha mendapat manfaat dari biaya input yang lebih rendah, yang turut didukung oleh penguatan ringgit.
Baca Juga: Surat Utang AS: Jepang Memimpin, Eropa Borong, BRICS Justru Jual
“Apresiasi ringgit yang berkelanjutan mencerminkan kepercayaan bahwa ekonomi Malaysia mampu mencatat pertumbuhan yang solid tahun ini. Karena itu, para trader dan investor tetap konstruktif terhadap ringgit, dengan mata uang ini menguat 0,41% hari ini,” ujarnya kepada Bernama.
Ia juga menyebut ringgit tetap menguat terhadap dolar AS meski data ekonomi Amerika Serikat tercatat lebih baik dari perkiraan.
Berdasarkan data Institute for Supply Management (ISM), PMI manufaktur AS naik menjadi 52,6 pada Januari dari 47,9 pada Desember 2025, melampaui konsensus pasar di 48,5.
“Ini berarti peluang pemangkasan suku bunga di AS masih rendah, karena membaiknya sentimen bisnis sejalan dengan penilaian The Fed bahwa aktivitas ekonomi berkembang dengan solid,” kata Mohd Afzanizam.
Pada penutupan perdagangan, ringgit juga menguat terhadap mata uang utama lainnya. Ringgit naik terhadap yen Jepang ke 2,5210/2,5253 dari 2,5562/2,5603, menguat terhadap pound sterling Inggris ke 5,3704/5,3793 dari 5,4163/5,4245, serta menguat terhadap euro ke 4,6341/4,6417 dari 4,6957/4,7029 pada penutupan Jumat.
Ringgit juga menguat terhadap mata uang negara-negara ASEAN.
Tonton: Pemerintah Klaim Program MBG Rp 355 Triliun Ciptakan 3 Juta Lapangan Kerja di 2026
Mata uang Malaysia ini menguat terhadap dolar Singapura ke 3,0919/3,0973 dari 3,1077/3,1127, naik terhadap baht Thailand ke 12,4584/12,4845 dari 12,5250/12,5544, menguat terhadap rupiah Indonesia ke 234,5/235,0 dari 234,9/235,4, serta menguat terhadap peso Filipina ke 6,67/6,68 dari 6,69/6,71 sebelumnya.













