Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Donald Trump menunda kunjungannya ke Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping, di tengah meningkatnya konflik dengan Iran yang mengganggu fokus kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Trump mengatakan pertemuan tersebut hanya dijadwal ulang dan akan dilakukan dalam lima hingga enam minggu ke depan. “Kami menjadwalkan ulang pertemuan ini... Kami tetap bekerja sama dengan China, dan mereka tidak keberatan,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Putih.
Penundaan ini terjadi saat konflik di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak global dan mengancam jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Situasi ini juga meningkatkan ketidakpastian pasar dan mengalihkan perhatian pemerintahan AS dari upaya meredakan ketegangan dengan China.
Baca Juga: AS Klaim Telah Hancurkan 47 Kapal Penyelundup Narkoba, 157 Orang Tewas
Pertemuan Trump–Xi sebelumnya diharapkan membahas berbagai isu sensitif seperti tarif perdagangan, Taiwan, chip semikonduktor, narkoba ilegal, mineral tanah jarang, dan sektor pertanian. Penundaan ini berpotensi memperlambat upaya perbaikan hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
Di sisi lain, konflik Iran telah memicu dampak militer dan ekonomi yang luas bagi AS. Iran bahkan mengancam lalu lintas kapal di Selat Hormuz, sementara permintaan Trump agar negara lain termasuk China membantu mengamankan jalur tersebut belum mendapat respons positif.
Meski demikian, komunikasi antara kedua negara tetap berjalan. Sebelumnya, pejabat tinggi AS dan China telah bertemu di Paris untuk membahas peningkatan perdagangan, termasuk pembelian produk pertanian AS dan kerja sama terkait mineral penting.













